BeritaNasional

Hotman Paris Minta Maaf ke Wartawan, Akui Emosi saat Konferensi Pers Kasus Eks Jampidsus

568
×

Hotman Paris Minta Maaf ke Wartawan, Akui Emosi saat Konferensi Pers Kasus Eks Jampidsus

Sebarkan artikel ini
Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea. Foto/Tiktok Hotman 911.

JAKARTA, KLIKTIMES.ID – Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada wartawan dan seluruh insan pers di Indonesia.

Permintaan maaf itu disampaikan setelah ucapannya kepada seorang jurnalis saat konferensi pers kasus mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) menuai polemik.

Dalam video pernyataan yang dilihat Kliktimes, Senin (20/7/2026), Hotman mengaku terpancing emosi saat menghadapi pertanyaan yang terus diulang. Meski demikian, ia menegaskan tidak pernah memiliki niat merendahkan profesi wartawan.

“Dengan ini saya menyatakan maaf sebesar-besarnya atas pernyataan saya pada waktu konferensi pers kasus mantan Jampidsus yang mengatakan, ‘Lu punya otak nggak sih?’,” ujar Hotman.

Menurutnya, permintaan maaf tersebut juga merupakan bentuk penghormatan atas imbauan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) serta masukan dari berbagai organisasi dan rekan-rekan wartawan.

Hotman juga merasa potongan video yang beredar di media sosial tidak memperlihatkan rangkaian peristiwa secara utuh sehingga memunculkan persepsi yang berbeda di publik.

“Perlu saya jelaskan, yang dikutip oleh media hanya bagian akhirnya. Tidak dikutip secara utuh kenapa saya mengucapkan begitu,” katanya.

Ia kemudian membeberkan kronologi kejadian. Saat itu, seorang wartawan menanyakan dugaan adanya hidden agenda atau kepentingan tersembunyi dari institusi penegak hukum dalam penanganan perkara tersebut.

Hotman mengaku sudah berulang kali menjelaskan bahwa dirinya tidak memiliki kapasitas untuk menjawab pertanyaan tersebut.

“Wartawan pertama bertanya kepada saya apakah instansi terkait punya hidden agenda atau acara tersembunyi. Saya jawab, saya tidak tahu, saya tidak punya kapasitas untuk menjawab itu,” ujarnya.

Namun, pertanyaan yang sama kembali dilontarkan hingga membuat emosinya terpancing.

“Akhirnya saya emosi karena saya sudah bolak-balik bilang saya tidak tahu. Akhirnya saya jawab, ‘Kamu punya otak nggak sih?’ Maksud saya, saya sudah menjawab tadi bahwa saya tidak tahu. Saya memang tidak mungkin menjawab apa hidden agenda dari suatu institusi penegak hukum,” jelasnya.

Meski memberikan penjelasan mengenai konteks kejadian, Hotman mengakui ucapannya tidak pantas disampaikan. Karena itu, ia kembali meminta maaf kepada wartawan yang bersangkutan maupun seluruh organisasi wartawan di Indonesia.

“Terlepas dari fakta kejadian sebenarnya, waktu itu kami sama-sama emosional. Tetap saya menyatakan maaf kepada wartawan tersebut maupun kepada organisasi wartawan di seluruh Indonesia,” tuturnya.

Pengacara yang dijuluki The Most Dangerous Lawyer itu juga menegaskan hubungan baiknya dengan insan pers selama ini. Ia memastikan tidak pernah memiliki niat untuk merendahkan profesi jurnalistik dan berharap polemik tersebut dapat segera berakhir.

“Selama ini saya sangat dekat dengan semua wartawan. Tidak ada niat apa pun. Hanya karena saya diberondong pertanyaan yang sudah saya jawab tidak bisa saya jawab karena tidak punya kapasitas, lalu ditanya lagi dan ditanya lagi sehingga saya jadi emosional. Sekali lagi, saya menyatakan minta maaf,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *