BeritaPendidikanResensi

Arief Rosyid Hasan Buka Rute Baru Politik Islam lewat Karya-karyanya

18
×

Arief Rosyid Hasan Buka Rute Baru Politik Islam lewat Karya-karyanya

Sebarkan artikel ini
Flyer Kegiatan Tasyakuran, Peluncuran Buku dan Diskusi. Foto/ist

JAKARTA.KLIKTIMESID — Gagasan tentang masa depan politik Islam kembali menjadi perhatian melalui kegiatan Tasyakuran, Peluncuran Buku, dan Diskusi “Memimpin Rute Baru Politik Islam” yang akan digelar Jumat, 4 September 2026, di Jalan Surabaya No. 45, Menteng, Jakarta Pusat.

Kegiatan yang di Shohibul baiti oleh Arief Rosyid Hasan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan sejumlah karya bukunya yang mengangkat beragam tema, mulai dari sejarah dan pemikiran Islam, kepemimpinan, politik, ekonomi, organisasi hingga demokrasi.

Tak sekadar seremoni peluncuran buku, agenda ini dirancang sebagai ruang perjumpaan gagasan. Arief akan berdiskusi bersama Fachry Ali, cendekiawan Muslim Indonesia, dan Hajriyanto Y. Thohari, Direktur Akademi Partai Golkar.

Tema “Memimpin Rute Baru Politik Islam” menjadi daya tarik utama kegiatan. Tema tersebut membawa diskusi pada pertanyaan yang lebih luas: bagaimana politik Islam dapat terus beradaptasi dengan perubahan zaman, tetap relevan bagi generasi muda, sekaligus berkontribusi terhadap kehidupan demokrasi dan kebangsaan.

Sejumlah karya Arief Rosyid Hasan yang ditampilkan dalam rangkaian acara antara lain Syekh Yusuf Al-Makassari, Beringin Hijau, Yellow Investment, Talenta & Kekuasaan, AMPI=Bahlil Bahlil=AMPI, serta Demokrasi & Rakyat.

Beragamnya tema buku tersebut menunjukkan spektrum gagasan Arief yang tidak berhenti pada satu isu. Buku-buku tersebut menjadi medium untuk membaca perjalanan pemikiran, organisasi, politik, kepemimpinan, ekonomi, dan dinamika masyarakat dari berbagai perspektif.

“Buku bagi saya bukan sekadar karya yang selesai ketika diterbitkan. Buku adalah cara untuk merawat gagasan, membuka ruang dialog, dan menghadirkan perspektif baru terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat. Melalui kegiatan ini, saya ingin menjadikan gagasan-gagasan tersebut sebagai bahan diskusi bersama, khususnya tentang bagaimana politik Islam dapat menemukan rute baru yang lebih relevan dengan tantangan zaman,” ujar Arief Rosyid Hasan.

Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa tradisi intelektual dapat berjalan beriringan dengan aktivitas sosial dan politik. Buku tidak hanya ditempatkan sebagai produk literasi, tetapi juga sebagai jembatan untuk mempertemukan gagasan, pengalaman, dan generasi.

Dengan menghadirkan tokoh dari latar belakang yang berbeda, diskusi diharapkan dapat menghasilkan perspektif baru mengenai kepemimpinan dan politik Islam dalam konteks Indonesia.

Tasyakuran, peluncuran buku, dan diskusi tersebut akan berlangsung pada Jumat, 4 September 2026, mulai pukul 18.00 WIB hingga selesai di Jalan Surabaya No. 45, Menteng, Jakarta Pusat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *