MALANG. KLIKTIMESID – Masuknya investasi dalam jumlah besar ke Jawa Timur dinilai perlu diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan memiliki sertifikasi sesuai kebutuhan dunia industri.
Realisasi investasi Jawa Timur sepanjang semester I 2026 tercatat mencapai Rp72,7 triliun. Capaian tersebut menempatkan Jawa Timur di posisi ketiga nasional setelah DKI Jakarta dan Jawa Barat.
Besarnya nilai investasi tersebut tidak hanya membutuhkan dukungan modal dan teknologi. Ketersediaan tenaga profesional yang memiliki kompetensi sesuai standar teknis dan keselamatan kerja juga menjadi salah satu faktor penting agar investasi mampu memberikan dampak nyata terhadap perekonomian dan tenaga kerja lokal.
Atas dasar itu, Asosiasi Tenaga Ahli dan Terampil Indonesia (APTAKSINDO) menggandeng PT Utama Lestari Indonesia (PT ULI) dan PT Forjasi Lentera Indonesia dalam program nasional “Dari Munas III ke Kampus”.
Program tersebut diarahkan untuk memperkuat hubungan antara asosiasi, perguruan tinggi, lembaga sertifikasi profesi, dan dunia industri, khususnya dalam menyiapkan SDM yang memiliki kompetensi dan sertifikasi yang relevan dengan kebutuhan lapangan kerja.
Salah satu fokus yang didorong adalah pelatihan dan sertifikasi asesor kompetensi bidang jasa konstruksi, kelistrikan, dan K3 konstruksi, dengan melibatkan sejumlah Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) mitra.
Roadshow Dimulai dari Kampus
Program “Dari Munas III ke Kampus” mulai direalisasikan melalui rangkaian kunjungan ke sejumlah perguruan tinggi di wilayah Malang Raya.
Sebelumnya, pada 22 Agustus 2026, tim APTAKSINDO bersama PT ULI dan PT Forjasi melakukan audiensi dengan Universitas Brawijaya (UB).
Pertemuan bersama Dekan Fakultas Teknik UB, Prof. Ir. Hadi Suyono, ST., MT., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., tersebut membahas peluang sinergi pengembangan kurikulum berbasis kompetensi, penguatan Tempat Uji Kompetensi (TUK), serta integrasi sertifikasi BNSP bagi mahasiswa bidang teknik.

Rangkaian roadshow kemudian dilanjutkan pada Jumat, 4 September 2026, dengan kunjungan ke Politeknik Negeri Malang (POLINEMA).
Dalam audiensi bersama Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan POLINEMA, Ir. Pipit Wahyu Nugroho, MT., pembahasan diarahkan pada peluang pembentukan TUK serta integrasi skema sertifikasi BNSP bidang konstruksi, kelistrikan, dan K3 ke dalam pendidikan vokasi.
“POLINEMA siap menjadi pelopor kampus yang lulusannya 100% memiliki sertifikat kompetensi BNSP. Ini selaras dengan kebutuhan industri saat ini,” ujar Ir. Pipit Wahyu Nugroho, MT.
Pada hari yang sama, tim juga melanjutkan agenda silaturahmi ke Fakultas Vokasi bersama Dr. A. Faidlal Rahman, SE.Par., M.Sc., CHE.
Pertemuan tersebut membahas pengembangan skema sertifikasi untuk bidang vokasi, pariwisata, dan manajemen proyek, sekaligus penguatan program pembelajaran berbasis industri.
“Kampus Vokasi harus jadi pabriknya SDM siap kerja. Sertifikat BNSP adalah bukti kompetensi yang diakui negara dan industri,” jelas Dr. A. Faidlal Rahman.
Sertifikasi Kompetensi Dinilai Semakin Penting
Penguatan kompetensi tenaga kerja juga memiliki landasan regulasi, terutama di sektor konstruksi.
UU Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 6 Tahun 2023 mengatur mengenai sertifikasi kompetensi bagi tenaga kerja konstruksi.
Karena itu, sertifikasi diharapkan tidak berhenti sebagai pemenuhan persyaratan administratif. Kompetensi yang disertifikasi harus benar-benar menggambarkan kemampuan seseorang dalam menjalankan pekerjaan sesuai standar yang berlaku.
Dalam proses tersebut, asesor kompetensi memiliki peran penting untuk memastikan penilaian dilakukan secara objektif, kredibel, dan sesuai standar kompetensi yang ditetapkan.
APTAKSINDO bersama PT ULI dan PT Forjasi menyatakan siap memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi negeri maupun swasta di berbagai daerah.
“Kami PT Utama Lestari Indonesia dan PT Forjasi Lentera Indonesia siap bergerak bersama APTAKSINDO dan beberapa LSP ke seluruh PTN dan PTS di Indonesia. Target kita: satu mahasiswa satu sertifikat kompetensi, agar investasi Rp72,7 triliun ini benar-benar dinikmati SDM lokal Jatim,” tegas perwakilan Tim Gabungan.
Pelatihan Asesor Digelar Oktober di Surabaya
Sebagai tindak lanjut dari program tersebut, Pelatihan dan Sertifikasi Asesor Kompetensi Jasa Konstruksi, Kelistrikan, dan K3 Konstruksi dijadwalkan berlangsung selama lima hari, 5–9 Oktober 2026 di Surabaya.
Pelatihan tersebut diperuntukkan bagi peserta yang memenuhi persyaratan, di antaranya memiliki pendidikan S1 Teknik Sipil, mempunyai SKK aktif, serta membawa laptop.
Biaya kepesertaan ditetapkan sebesar Rp6 juta, sedangkan pendaftaran dibuka hingga 5 September 2026.
Informasi pendaftaran dapat diperoleh melalui:
Tias: 0822 2988 0949
Aisyah: 0812 1777 9243
Melalui gerakan “Dari Munas III ke Kampus”, APTAKSINDO bersama PT Utama Lestari Indonesia dan PT Forjasi Lentera Indonesia mendorong agar perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat memperoleh ijazah, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem penyiapan tenaga kerja yang kompeten dan sesuai kebutuhan industri.
Di tengah masuknya investasi senilai Rp72,7 triliun ke Jawa Timur, penguatan kualitas SDM menjadi bagian penting agar peluang ekonomi yang tercipta dapat dimanfaatkan secara optimal oleh tenaga kerja lokal.
Dengan mempertemukan kampus, asosiasi, LSP, dan industri, program tersebut diharapkan dapat memperkuat jembatan antara dunia pendidikan dan kebutuhan nyata dunia kerja.
















