BeritaDaerah

Pelaku UMKM Keluhkan Dugaan Tarif Stan Rp25 Ribu Per Malam Di MCF #4 Sumenep

1034
×

Pelaku UMKM Keluhkan Dugaan Tarif Stan Rp25 Ribu Per Malam Di MCF #4 Sumenep

Sebarkan artikel ini
Stan UMKM di area MCF #4 Sumenep. Foto: Ist.

SUMENEP, KLIKTIMES.ID – Gelaran Madura Culture Festival (MCF) #4 Tahun 2026 di GOR A. Yani Pangligur, Sumenep, Jawa Timur, turut melibatkan ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Para pelaku UMKM tersebut menjajakan beragam produk lokal, mulai dari kuliner khas Madura, makanan dan minuman olahan, kerajinan tangan, permainan, hingga hasil pertanian.

Namun, di tengah pelaksanaan festival, muncul dugaan adanya tarif stan yang dibebankan kepada sejumlah pelaku UMKM.

Salah seorang pelaku UMKM yang berjualan di area MCF #4 mengaku dikenai biaya stan sebesar Rp 25 ribu setiap malam.

“Saya dimintai uang stan sebesar Rp 25.000 per malam,” ujar pelaku UMKM yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, Minggu (30/8/2026).

Menurutnya, biaya tersebut tetap harus dibayarkan setiap malam, terlepas dari kondisi penjualan.

“Meski dagangan laku atau tidak laku, tetap bayar Rp 25.000 per malam,” katanya.

Ia mengatakan kondisi penjualan selama festival berlangsung tidak selalu ramai. Pada waktu tertentu, jumlah pengunjung yang datang ke stan cukup banyak. Namun, pada waktu lainnya, penjualan cenderung sepi.

“Kadang ramai, kadang juga sepi. Namun, tarif stan tetap harus dibayar setiap malamnya,” tuturnya.

Menurut pelaku UMKM tersebut, biaya stan menjadi salah satu pengeluaran yang harus diperhitungkan, terutama ketika omzet penjualan tidak sesuai harapan.

Selain menyiapkan modal untuk membeli atau memproduksi barang dagangan, para pedagang juga perlu mengalokasikan biaya untuk stan selama festival berlangsung.

Ia berharap penyelenggara maupun pihak terkait dapat memberikan perhatian terhadap kondisi para pelaku UMKM yang berpartisipasi dalam MCF #4.

Menurutnya, keikutsertaan UMKM dalam festival semestinya menjadi kesempatan untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan pendapatan pelaku usaha lokal.

“Kami berharap ada kebijakan lain yang bisa meringankan pelaku UMKM, terutama kalau kondisi pengunjung sedang sepi,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana kegiatan MCF #4, Halwan, belum memberikan tanggapan terkait dugaan tarif stan tersebut.

Kliktimes berupaya menghubungi Halwan melalui panggilan WhatsApp pada Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 15.48 WIB untuk meminta konfirmasi mengenai tarif stan Rp 25 ribu per malam yang disebut dibebankan kepada pelaku UMKM.

Namun, hingga upaya konfirmasi dilakukan, panggilan tersebut belum mendapatkan respons meski sambungan telepon terlihat berdering.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *