BeritaDaerah

Usung Konsep Keraton dan Pendopo, Stan Bappeda Sumenep Curi Perhatian Pengunjung MCF

893
×

Usung Konsep Keraton dan Pendopo, Stan Bappeda Sumenep Curi Perhatian Pengunjung MCF

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim bersama Kepala Bappeda Sumenep Arif Firmanto saat meninjau Stan Bappeda dalam Pameran Pembangunan MCF #4 2026 di GOR A. Yani Pangligur. Foto/Ist.

SUMENEP, KLIKTIMES.ID – Stan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep mencuri perhatian dalam Pameran Pembangunan rangkaian Madura Culture Festival (MCF) #4 Tahun 2026. Stan yang digelar di GOR A. Yani Pangligur, Sumenep, tersebut mengusung konsep Keraton dan Pendopo Sumenep.

Penampilan stan mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim saat melakukan peninjauan, Minggu (30/8/2026). KH Imam Hasyim melihat langsung berbagai materi pembangunan, fasilitas pelayanan, hingga inovasi yang ditampilkan Bappeda.

Menurutnya, kreativitas yang dihadirkan Bappeda membuat informasi pembangunan dikemas lebih menarik dan mudah diterima masyarakat.

Stan Bappeda tidak sekadar menampilkan ornamen budaya. Berbagai informasi pembangunan Sumenep juga disajikan melalui infografis, mulai dari program unggulan, capaian pembangunan, indikator pembangunan hingga arah perencanaan daerah untuk lima tahun ke depan.

Kepala Bappeda Sumenep Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU., ASEAN Eng., mengatakan konsep Keraton dan Pendopo dipilih untuk menunjukkan bahwa pembangunan daerah tidak dapat dilepaskan dari identitas dan karakter Sumenep.

“Pendopo merupakan ruang untuk berkumpul, bermusyawarah dan menyampaikan aspirasi. Nilai itu sejalan dengan proses perencanaan pembangunan yang membutuhkan partisipasi dan kesepakatan bersama,” kata Arif.

Sementara Keraton Sumenep menjadi simbol sejarah, identitas dan kearifan lokal yang menjadi pijakan dalam pembangunan daerah.

Dalam stan tersebut, Bappeda turut memperkenalkan sejumlah program prioritas Kabupaten Sumenep periode 2025-2029. Di antaranya peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, penguatan pelayanan kesehatan, pengembangan kewirausahaan santri dan pemuda, penguatan ekonomi desa, serta pembangunan infrastruktur daratan dan kepulauan.

Bappeda juga menampilkan sejumlah indikator pembangunan daerah, seperti tingkat pengangguran terbuka, kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Indeks Gini.

Masyarakat juga diperkenalkan dengan tahapan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Informasi tersebut dikemas melalui infografis agar pengunjung memahami bahwa setiap kebijakan pembangunan melalui proses, mulai dari pengumpulan data, pembahasan, koordinasi hingga penetapan.

“Setiap program pembangunan tentu melalui proses. Ada data, pembahasan, koordinasi dan tahapan yang harus dilalui. Kami ingin masyarakat memahami proses tersebut,” ujar Arif.

Sejumlah inovasi daerah juga menjadi bagian dari materi yang ditampilkan Bappeda. Di antaranya e-Stunting, E-SAKIP, Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK), RKPD serta Peti Koin Bermantara.

Untuk menarik minat pengunjung, Bappeda menghadirkan berbagai kegiatan interaktif. Pengunjung dapat mengikuti kuis berhadiah sekaligus memanfaatkan video booth gratis yang tersedia di stan.

Bappeda juga menggelar lomba foto yang terbuka untuk masyarakat umum. Lomba berlangsung mulai 26 Agustus hingga 3 September 2026 dengan objek foto berupa aktivitas, suasana maupun ornamen Stan Bappeda.

Lima karya terbaik akan dipilih sebagai pemenang dan diumumkan pada 4 September 2026 di Stan Bappeda.

Arif menyebut berbagai kegiatan tersebut tidak terlepas dari kerja sama dan kekompakan seluruh jajaran Bappeda.

“Terima kasih semuanya. Tetap jaga kebersamaan, kekompakan dan semangat pengabdian. Bekerja bukan hanya tentang menyelesaikan tugas, tetapi juga menghadirkan manfaat dan keberkahan bagi masyarakat,” tuturnya.

Dengan memadukan budaya, informasi pembangunan, inovasi dan aktivitas interaktif, Stan Bappeda menjadi ruang komunikasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam rangkaian MCF #4 Tahun 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *