BeritaDaerahPendidikan

Dekan FBA UNIBA Madura Lailiy Kurnia Ilahi Perkuat Pendidikan Bahasa Inggris hingga Kancah Internasional

890
×

Dekan FBA UNIBA Madura Lailiy Kurnia Ilahi Perkuat Pendidikan Bahasa Inggris hingga Kancah Internasional

Sebarkan artikel ini
Dekan Fakultas Bahasa Asing (FBA) Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura, Lailiy Kurnia Ilahi, S.Pd., M.Pd. Foto/Ist.

SUMENEP, KLIKTIMES.ID – Dekan Fakultas Bahasa Asing (FBA) Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura, Lailiy Kurnia Ilahi, S.Pd., M.Pd., terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan bahasa Inggris agar semakin berdaya saing, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Akademisi lulusan Universitas Negeri Malang (UM) tersebut mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.

Di bawah kepemimpinannya, FBA UNIBA Madura memperkuat Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Inggris melalui berbagai program akademik dan kolaborasi. Salah satunya dengan membuka ruang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman internasional melalui program International Internship dan pengiriman mahasiswa ke luar negeri, termasuk Thailand.

Program tersebut tidak hanya memberikan pengalaman belajar di lingkungan internasional, tetapi juga memperluas wawasan serta jejaring akademik mahasiswa.

Lailiy yang akrab disapa Lely juga aktif mendampingi mahasiswa dalam menghasilkan karya akademik. Sejumlah karya mahasiswa berhasil menembus forum ilmiah internasional, salah satunya International Conference on English Language Teaching (INELTAL).

Di bidang penelitian, Lely turut aktif menghasilkan publikasi ilmiah terkait pembelajaran bahasa Inggris. Beberapa risetnya membahas Picture Word Inductive Model dan alih kode dalam pembelajaran dasar. Ia juga terlibat dalam penelitian hibah serta berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

“Pendidikan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai ruang transfer pengetahuan, tetapi juga wadah untuk membangun pengalaman, kolaborasi, dan kontribusi nyata,” ujar Lely.

Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui program pengabdian kepada masyarakat di Panti Asuhan Muhammadiyah Sumenep. Kegiatan yang melibatkan dosen dan mahasiswa itu menggunakan metode pembelajaran komunikatif melalui role-play, permainan bahasa, storytelling, dan lagu.

Pendekatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan keberanian anak-anak panti dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris.

Hasil kegiatan kemudian didokumentasikan dalam artikel ilmiah berjudul “Peningkatan Kemampuan Berbicara Bahasa Inggris Anak Panti Asuhan Melalui Kegiatan Komunikatif dan Menyenangkan: Program Pengabdian di Panti Asuhan Muhammadiyah Sumenep.”

Menurut Lely, dokumentasi dan evaluasi menjadi bagian penting dalam kegiatan pengabdian agar praktik baik yang telah dilakukan dapat dikembangkan dan memberikan manfaat lebih luas.

Kiprah pengabdian tersebut juga diperluas ke tingkat internasional. Bersama Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Bandung dan Universitas Muhammadiyah OKU Timur, Lely memimpin program pengabdian internasional di Thailand.

Program tersebut mengangkat kajian “Analisis Kebutuhan Bahasa Inggris Pariwisata pada Siswa SMA di Thailand: Studi Survei Mata Pelajaran English for Tourism.”

Selain kegiatan akademik, Lely juga aktif memperluas jejaring profesional melalui English Studies Association in Indonesia (ESAI). Salah satu bentuk kolaborasi yang dikembangkan adalah Teaching Series.

Program tersebut menghadirkan dosen dari berbagai perguruan tinggi mitra untuk mengajar secara bergantian pada mata kuliah tertentu. Mahasiswa pun mendapatkan perspektif akademik yang lebih beragam, sementara dosen memperoleh ruang untuk berbagi pengetahuan dan melakukan benchmarking metode pembelajaran.

Lely menegaskan, kerja sama antarlembaga pendidikan tidak boleh berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman atau MoU. Kolaborasi harus menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung.

“Kolaborasi harus memberikan dampak nyata, bukan hanya berhenti pada MoU,” tegasnya.

Melalui penguatan Tridharma Perguruan Tinggi, program internasional, penelitian, pengabdian, serta kolaborasi antarkampus, FBA UNIBA Madura terus berupaya membangun pendidikan bahasa Inggris yang adaptif dan berdaya saing.

Upaya tersebut sekaligus menjadi langkah FBA UNIBA Madura untuk memperluas kiprah mahasiswa dan civitas akademika, dari tingkat lokal dan nasional hingga mampu berkompetisi di ruang akademik internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *