BeritaPendidikan

Kolaborasi UNESA dan KKG Sumenep, Kadisdik Dorong Guru Kembangkan Pembelajaran Berbasis Keris

893
×

Kolaborasi UNESA dan KKG Sumenep, Kadisdik Dorong Guru Kembangkan Pembelajaran Berbasis Keris

Sebarkan artikel ini
Kadisdik Sumenep Moh. Iksan bersama tim PKM UNESA saat kegiatan pendampingan guru berbasis budaya keris dan literasi ekologi di Kabupaten Sumenep. Foto/Kliktimes.

SUMENEP, KLIKTIMES.ID – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Sumenep, Moh. Iksan, M.T., mendorong para guru sekolah dasar untuk mengembangkan pembelajaran berbasis budaya keris dan literasi ekologi sebagai upaya menghadirkan proses belajar yang lebih kontekstual, inovatif, dan mampu membentuk karakter peserta didik.

Ajakan tersebut disampaikan Moh. Iksan saat menjadi keynote speaker dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) bertajuk Pendampingan Guru dalam Implementasi Pembelajaran Berbasis Budaya Keris dan Literasi Ekologi untuk Meningkatkan Kecerdasan Logis Matematis Siswa SD di Kabupaten Sumenep.

Kegiatan yang digelar bekerja sama dengan Kelompok Kerja Guru (KKG) 01 Kecamatan Kota Sumenep itu berlangsung di salah satu hotel di Kota Sumenep, Sabtu (18/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Moh. Iksan menegaskan bahwa guru memiliki peran strategis dalam menghadirkan pembelajaran yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.

Menurutnya, potensi budaya lokal, seperti keris, serta kepedulian terhadap lingkungan dapat dijadikan sumber belajar yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus membangun karakter peserta didik.

“Guru memang harus mampu menghadirkan pembelajaran yang dekat dengan kehidupan siswa. Potensi budaya lokal, seperti keris, serta kepedulian terhadap lingkungan dapat menjadi sumber belajar yang menarik sekaligus membangun karakter peserta didik,” ujar Moh. Iksan.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi UNESA dengan KKG 01 Kecamatan Kota Sumenep yang menghadirkan program pendampingan bagi guru sekolah dasar.

Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan komunitas guru menjadi langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui inovasi pembelajaran berbasis potensi lokal.

“Kami mengapresiasi UNESA yang terus menghadirkan inovasi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini menghadirkan nuansa baru dengan menjadikan keris dan lingkungan sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran,” katanya.

Kegiatan tersebut diikuti 20 guru sekolah dasar dari berbagai sekolah di Kecamatan Kota Sumenep. Selama pendampingan, para peserta dibekali penyusunan perangkat pembelajaran berbasis budaya lokal dan literasi ekologi yang dapat diterapkan secara langsung dalam kegiatan belajar mengajar di kelas.

Ketua Tim PKM UNESA, Prof. Dr. Wiryanto, M.Si., mengatakan program ini dirancang untuk memperkuat kompetensi guru dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih bermakna. Menurutnya, siswa akan lebih mudah memahami materi ketika proses pembelajaran dikaitkan dengan budaya dan lingkungan yang mereka kenal.

“Keris bukan hanya warisan budaya, tetapi juga memiliki nilai filosofis, historis, matematis, dan karakter yang dapat diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran,” jelas Wiryanto.

Selain Prof. Dr. Wiryanto, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber H. Ibnu Hajar, M.Pd., K.H. K.M. Musthafa, M.A., dan Ike Yuli Mestika Dewi, M.Pd. Melalui kolaborasi UNESA dan KKG 01 Kecamatan Kota Sumenep, diharapkan lahir inovasi pembelajaran berbasis potensi lokal yang mampu meningkatkan kompetensi guru sekaligus kualitas pendidikan dasar di Kabupaten Sumenep.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *