SURABAYA, KLIKTIMES.ID – Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur, H. Musaffa Safril, menyerukan reformasi menyeluruh terhadap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Seruan itu disampaikan sebagai respons atas krisis kemanusiaan yang terus berlangsung di Gaza, yang menurutnya mencerminkan kegagalan sistem global dalam melindungi warga sipil.
Musaffa menilai tragedi di Gaza telah menjadi ujian besar bagi moralitas dunia sekaligus efektivitas lembaga internasional dalam menjalankan mandat menjaga perdamaian dan menegakkan nilai-nilai kemanusiaan.
“Gaza menjadi cermin kegagalan moral dunia. Ketika ribuan warga sipil kehilangan nyawa, keluarga tercerai-berai, dan kehidupan dihancurkan oleh konflik berkepanjangan, komunitas internasional tidak boleh berlindung di balik kepentingan politik dan kalkulasi geopolitik,” ujar Musaffa.
Menurutnya, kemanusiaan harus ditempatkan di atas kepentingan politik maupun kepentingan negara. Ia menegaskan setiap korban sipil akibat konflik merupakan tragedi yang menjadi tanggung jawab moral masyarakat internasional.
“Dunia tidak boleh kehilangan nurani. Tidak boleh ada standar ganda dalam membela kemanusiaan. Ketika hukum internasional hanya berlaku bagi sebagian pihak dan tidak mampu melindungi korban yang tidak berdaya, maka legitimasi sistem global sedang dipertaruhkan,” tegasnya.
Musaffa juga menyoroti peran PBB yang dinilai perlu dievaluasi secara mendasar. Menurutnya, organisasi internasional tersebut harus kembali pada mandat utamanya sebagai penjaga perdamaian dunia, tanpa terbelenggu kepentingan politik negara-negara besar.
Ia bahkan mendorong penghapusan hak veto di Dewan Keamanan PBB sebagai bagian dari reformasi sistem internasional.
“Hapus hak veto, wujudkan persamaan kedaulatan negara. PBB harus kembali kepada tujuan awalnya, menjadi penjaga perdamaian dan pelindung kemanusiaan, bukan ruang kompromi politik yang membuat penderitaan manusia terus berlangsung,” katanya.
Lebih lanjut, Musaffa menilai masyarakat internasional berhak menuntut perubahan besar apabila PBB dinilai tidak lagi mampu menjalankan fungsi utamanya dalam menjaga perdamaian dan menegakkan keadilan.
“Jika PBB tidak lagi jelas menjalankan fungsinya dalam menjaga perdamaian dan menegakkan keadilan, maka masyarakat dunia berhak mempertanyakan kembali keberadaannya. Sebuah lembaga internasional harus memiliki keberanian membela kemanusiaan. Jika tidak, maka reformasi total, bahkan pembentukan tata kelola dunia yang baru, harus menjadi pilihan yang terbuka,” ujarnya.
Musaffa juga mengingatkan bahwa sejarah akan mencatat bagaimana dunia merespons tragedi kemanusiaan yang terjadi di Gaza.
“Sejarah tidak hanya mencatat siapa yang melakukan kekerasan, tetapi juga mencatat siapa yang memilih diam ketika kemanusiaan sedang diuji. Kemanusiaan harus berada di atas segala kepentingan negara,” pungkasnya.
PW GP Ansor Jawa Timur juga menyerukan kepada komunitas internasional agar segera mengambil langkah nyata untuk menghentikan penderitaan warga sipil di Gaza, menjamin akses bantuan kemanusiaan tanpa hambatan, serta mendorong terwujudnya sistem global yang lebih adil, demokratis, dan berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan.
















