BeritaDaerah

RLD Gandeng Jamkrindo, UMKM Dilatih Kuasai Branding hingga Konten Digital

887
×

RLD Gandeng Jamkrindo, UMKM Dilatih Kuasai Branding hingga Konten Digital

Sebarkan artikel ini
Suasana pelatihan branding dan pemasaran digital yang digelar Rumah Literasi Digital (RLD) bersama Jamkrindo untuk membekali pelaku UMKM keterampilan promosi produk. Foto/Ist.

SURABAYA, KLIKTIMES.ID – Rumah Literasi Digital (RLD) menggandeng PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) untuk memperkuat keterampilan pemasaran digital pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Melalui pelatihan branding, fotografi produk, pembuatan video promosi, hingga optimasi mesin pencari, pelaku usaha dibekali strategi praktis untuk memperluas pasar dan meningkatkan peluang penjualan.

Pelatihan yang diikuti peserta dari komunitas Markas UKM tersebut digelar di HANAKA Social Space, Jalan Flores Nomor 18, Surabaya, Minggu (25/10/2026). Jamkrindo merupakan badan usaha milik negara (BUMN) di bidang penjaminan kredit yang berada di bawah naungan Indonesia Financial Group (IFG).

Kegiatan ini menghadirkan empat praktisi dengan keahlian berbeda, yakni Fatchur Rahman, pengelola ratusan situs media daring; Ali Masduki, jurnalis foto dari Pewarta Foto Indonesia (PFI); Andika Ismawan, praktisi search engine optimization (SEO) sekaligus redaktur senior; serta Deni Panthom, kreator konten video.

Materi pelatihan mencakup penguatan identitas merek, teknik fotografi produk, pembuatan video promosi, hingga optimasi visibilitas produk melalui mesin pencari. Keterampilan tersebut diharapkan membantu UMKM membangun citra usaha yang lebih kuat sekaligus meningkatkan peluang produknya ditemukan calon konsumen.

Bagi pelaku usaha skala kecil, pemasaran digital tidak selalu membutuhkan perangkat canggih atau anggaran besar. Telepon genggam yang digunakan sehari-hari dapat dimanfaatkan untuk memotret produk, membuat video singkat, menyusun materi promosi, hingga menyebarkan informasi melalui media sosial dan aplikasi percakapan.

WhatsApp, misalnya, dapat menjadi salah satu saluran pemasaran melalui fitur status maupun grup percakapan. Namun, efektivitas promosi tidak hanya bergantung pada seberapa sering produk ditawarkan, tetapi juga pada kejelasan informasi, kualitas visual, konsistensi konten, serta kemampuan merespons pertanyaan calon pembeli.

Salah satu peserta, Kristin Wijayanti, pelaku usaha asal Girilaya, Surabaya, mengaku termotivasi mengikuti pelatihan karena mendapat kesempatan mempelajari beragam strategi penjualan.

“Ya, termotivasi. Semakin banyak trik penjualan, semakin memudahkan untuk mendapatkan penghasilan. Otomatis dong,” ujarnya sambil berseloroh.

Menurut Kristin, pengetahuan baru yang diperoleh menjadi bekal untuk mencoba pendekatan pemasaran yang lebih beragam. Dengan memahami berbagai kanal digital, pelaku usaha berpeluang menjangkau konsumen di luar lingkungan terdekatnya.

Hal senada disampaikan Firman, pelaku usaha asal Kampung Margi, Pabean, Surabaya. Ia menilai keterampilan pemasaran digital sangat dibutuhkan UMKM karena promosi dapat dilakukan secara praktis melalui telepon genggam.

“Tentu ini sangat dibutuhkan bagi kami, khususnya pelaku usaha. Dengan bekal ini, kita bisa melakukan promosi langsung dari HP, membuat status, atau membagikan informasi ke grup WhatsApp masing-masing,” tuturnya.

Bagi Firman, pemanfaatan aplikasi percakapan menjadi cara sederhana untuk memperkenalkan produk kepada calon pembeli dengan memanfaatkan jaringan yang telah dimiliki.

Meski demikian, promosi digital perlu dilakukan secara terarah agar tidak sekadar menjadi aktivitas menyebarkan informasi. Pelaku usaha perlu memahami karakter calon konsumen, menampilkan keunggulan produk secara jelas, serta mengevaluasi respons pasar untuk mengetahui strategi yang paling efektif.

Direktur Rumah Literasi Digital (RLD), Andika Ismawan, mengatakan penguatan keterampilan digital menjadi kebutuhan penting bagi UMKM agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan persaingan usaha.

“Pelaku UMKM tidak harus memulai pemasaran digital dengan teknologi yang rumit atau biaya besar. Mereka bisa memanfaatkan perangkat yang sudah dimiliki, seperti telepon genggam, untuk membuat konten, membangun branding, dan memperkenalkan produk kepada calon konsumen. Yang penting, keterampilan tersebut dipraktikkan secara konsisten agar memberikan dampak bagi usaha,” ujarnya.

Menurut Andika, literasi digital perlu diarahkan pada keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam kegiatan bisnis sehari-hari, mulai dari membangun identitas merek hingga meningkatkan visibilitas produk di kanal digital.

Melalui pelatihan yang didukung Jamkrindo tersebut, RLD berharap pelaku UMKM tidak hanya mengenal teknologi digital, tetapi juga mampu memanfaatkannya sebagai sarana pemasaran yang efektif.

Penguasaan branding, produksi konten, dan strategi pemasaran digital diharapkan dapat membantu UMKM memperluas jangkauan konsumen, membuka peluang penjualan baru, serta meningkatkan daya saing di tengah perkembangan ekonomi digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *