BeritaDaerah

Tiga Bulan Galang Dana, Warga Pamekasan Patungan Aspal Jalan Desa Sepanjang 4 Kilometer

654
×

Tiga Bulan Galang Dana, Warga Pamekasan Patungan Aspal Jalan Desa Sepanjang 4 Kilometer

Sebarkan artikel ini
Warga Desa Tanjung, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, bergotong royong memperbaiki jalan desa menggunakan dana swadaya masyarakat. Foto/Kolase.

PAMEKASAN, KLIKTIMES.ID – Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya membaik, warga Desa Tanjung, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, bergotong royong memperbaiki jalan desa menggunakan dana swadaya masyarakat.

Tak tanggung-tanggung, jalan utama desa sepanjang sekitar empat kilometer diperbaiki dengan biaya hasil penggalangan dana selama kurang lebih tiga bulan.

Upaya ini dilakukan warga demi mendapatkan akses jalan yang lebih layak, sembari berharap adanya perhatian pemerintah terhadap kebutuhan infrastruktur di desa mereka.

Jalan yang diperbaiki membentang dari Dusun Barokem Laok hingga perbatasan Dusun Barokem Daja, Desa Tanjung, Kecamatan Pegantenan.

Untuk membiayai perbaikan tersebut, warga membentuk kepanitiaan secara swadaya. Panitia kemudian membuka sejumlah posko amal di beberapa titik pinggir jalan untuk menghimpun sumbangan dari masyarakat.

Penggalangan dana juga menyasar warga Desa Tanjung yang merantau ke berbagai daerah di Indonesia hingga bekerja di luar negeri. Partisipasi para perantau diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan biaya perbaikan jalan yang selama ini dinantikan warga.

Tak hanya mengandalkan sumbangan masyarakat, panitia juga mengajak pemilik kendaraan untuk berpartisipasi. Bahkan, kendaraan besar yang mengangkut material maupun barang lainnya dikenai kontribusi sebesar Rp100.000 saat melintas. Dana tersebut menjadi salah satu sumber tambahan untuk mendukung perbaikan jalan.

Selama tiga bulan, warga berupaya mengumpulkan dana agar perbaikan jalan utama desa dapat terlaksana. Semangat gotong royong itu menjadi bukti kepedulian masyarakat terhadap akses infrastruktur yang mereka butuhkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Namun, di balik upaya swadaya tersebut, warga menyimpan harapan agar perbaikan infrastruktur desa tidak terus-menerus bergantung pada kemampuan masyarakat.

Terlebih, penggalangan dana dilakukan di tengah kondisi ekonomi yang masih menjadi tantangan bagi sebagian warga. Karena itu, perhatian pemerintah dinilai penting agar kebutuhan jalan yang layak dapat dipenuhi secara berkelanjutan.

Warga juga berharap para dermawan turut memberikan bantuan apabila diperlukan, sehingga upaya perbaikan jalan dapat berjalan sesuai harapan masyarakat.

Inisiatif warga Desa Tanjung ini sekaligus menunjukkan kuatnya budaya gotong royong dalam menjawab persoalan di lingkungan mereka.

Meski demikian, dukungan dari pihak terkait tetap diharapkan agar pembangunan infrastruktur desa tidak sepenuhnya menjadi beban masyarakat.

Warga berharap, ke depan, ada dukungan nyata untuk meningkatkan kualitas jalan di Desa Tanjung sehingga akses transportasi semakin baik dan aktivitas masyarakat dapat berjalan lebih lancar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *