Bappeda
DKPP
RSUD
TANI
BeritaDaerah

PT Paiton Energy Kunjungi IBS PKMKK, Bahas Ekoteologi hingga Ekonomi Sirkular Pesantren

379
×

PT Paiton Energy Kunjungi IBS PKMKK, Bahas Ekoteologi hingga Ekonomi Sirkular Pesantren

Sebarkan artikel ini
Direktur Utama IBS PKMKK Achmad Muhlis menerima kunjungan strategis PT POMI Paiton Energy yang dipimpin Head HCFC Rochman Hidayat di Gedung IBS PKMKK, membahas kolaborasi ekoteologi pesantren, ekonomi sirkular, dan pemberdayaan masyarakat berkelanjutan. Foto/Nam.

PAMEKASAN, KLIKTIMES.ID – PT POMI Paiton Energy melakukan kunjungan strategis ke Institut Bisnis dan Sains (IBS) PKMKK, Kamis (4/6/2026). Pertemuan tersebut menjadi ajang diskusi berbagai isu pembangunan berkelanjutan, mulai dari ekoteologi pesantren hingga pengembangan ekonomi sirkular berbasis komunitas.

Kunjungan yang dipimpin Head of Human Capital, Facility and Community (HCFC) PT POMI Paiton Energy, Rochman Hidayat, M.Si, itu diterima langsung oleh Direktur Utama IBS PKMKK, Achmad Muhlis, di lobi Gedung Utama IBS PKMKK.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas peluang kolaborasi antara sektor industri dan lembaga pendidikan berbasis pesantren. Sejumlah agenda strategis mengemuka, di antaranya penguatan ekoteologi pesantren, pengembangan ekonomi sirkular, serta program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

Direktur Utama IBS PKMKK, Achmad Muhlis, mengatakan pertemuan tersebut merupakan langkah awal untuk membangun sinergi yang lebih konkret dan berdampak luas bagi masyarakat.

“Kami melihat adanya ruang kolaborasi yang sangat besar antara dunia industri dan pesantren. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk merumuskan program-program yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan ekonomi, tetapi juga keberlanjutan lingkungan dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Achmad.

Salah satu pembahasan utama dalam dialog tersebut adalah konsep ekoteologi pesantren. Menurut Achmad, konsep ini mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan kesadaran menjaga dan melestarikan lingkungan hidup.

Melalui pendekatan tersebut, pesantren diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga mampu mencetak generasi yang memiliki kesadaran ekologis dan tanggung jawab sosial terhadap lingkungan.

Selain itu, kedua pihak juga membahas peluang penerapan ekonomi sirkular di lingkungan pesantren. Konsep tersebut dinilai relevan untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya, mengurangi limbah, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

“Pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi laboratorium sosial dalam penerapan ekonomi sirkular. Ini bukan hanya soal pengelolaan lingkungan, tetapi juga upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,” katanya.

Tak hanya bertukar gagasan, IBS PKMKK dan PT POMI Paiton Energy juga menjajaki peluang kerja sama melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR) dan Asset Based Community Development (ABCD).

Kedua metode tersebut menempatkan masyarakat sebagai subjek utama pembangunan dengan mengoptimalkan aset, potensi, dan sumber daya lokal yang telah dimiliki.

Achmad menilai terdapat kesamaan visi antara IBS PKMKK dan PT POMI Paiton Energy dalam mengembangkan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang partisipatif, transformatif, dan berkelanjutan.

Ia berharap pertemuan tersebut menjadi titik awal lahirnya berbagai program kolaboratif yang mampu memberikan manfaat nyata bagi pesantren, masyarakat, dan lingkungan sekitar.

“Ke depan kami berharap lahir model kolaborasi yang mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan, nilai-nilai keagamaan, dan semangat keberlanjutan. Pesantren dan industri dapat berjalan bersama untuk menghadirkan perubahan yang lebih luas bagi masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *