JAKARTA, KLIKTIMES.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kedaulatan data nasional sebagai fondasi dalam menjaga keutuhan bangsa di tengah pesatnya perkembangan digitalisasi.
Hal tersebut disampaikan saat menerima Tim Gabungan Perumus Undang-Undang Satu Data Indonesia di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Penegasan tersebut disampaikan melalui unggahan akun media sosial resmi Sekretariat Kabinet (@sekretariat.kabinet). Dalam keterangannya, Presiden menilai kedaulatan data menjadi aspek strategis yang harus diperkuat untuk menghadapi tantangan di era digital.
“Bapak Presiden menegaskan bahwa kedaulatan data adalah fondasi penting dalam menjaga keutuhan bangsa di tengah arus digitalisasi,” demikian dikutip dari unggahan tersebut.
Pertemuan itu juga membahas penguatan tata kelola data nasional melalui penyusunan Undang-Undang Satu Data Indonesia. Pembahasan melibatkan berbagai unsur, mulai dari DPR RI, akademisi, hingga kementerian dan lembaga terkait.
Regulasi tersebut diharapkan mampu mendorong integrasi data nasional sehingga penyelenggaraan pelayanan publik menjadi lebih akurat, efektif, dan terkoordinasi. Selain itu, integrasi data juga dinilai penting untuk memperkuat keamanan pertukaran informasi serta ketahanan siber nasional.
“Integrasi data diharapkan dapat mendukung pelayanan publik yang lebih akurat, serta memperkuat keamanan pertukaran informasi dan ketahanan siber,” demikian keterangan Sekretariat Kabinet.
Penyusunan UU Satu Data Indonesia diarahkan untuk membangun sistem tata kelola data yang terpadu, aman, dan akuntabel. Dengan integrasi tersebut, pemerintah diharapkan memiliki basis informasi yang lebih kuat dalam merumuskan kebijakan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir dalam pertemuan tersebut, di antaranya Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Cucun Ahmad Syamsurijal, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ekologi Manusia IPB University Prof. Dr. Sofyan Sjaf, serta Sekretaris Kementerian PPN/Bappenas Teni Widuriyanti.
Hadir pula Anggota Komisi XIII DPR RI Rieke Diah Pitaloka, Ketua Badan Legislasi DPR RI Bob Hasan, serta Kepala Badan Keahlian DPR RI Prof. Dr. Bayu Dwi Anggono.
















