PAMEKASAN, KLIKTIMES.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pamekasan terus mematangkan persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) melalui pelatihan petugas lapangan yang digelar di Hotel Azana Front One Pamekasan, pada 2–10 Juni 2026.
Kegiatan ini diikuti Petugas Pencacah Lapangan (PPL) dan Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) yang nantinya menjadi ujung tombak pendataan aktivitas ekonomi nonpertanian di seluruh wilayah Kabupaten Pamekasan.
Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas petugas agar mampu menjalankan tugas pendataan secara profesional, akurat, dan bertanggung jawab sehingga menghasilkan data ekonomi yang berkualitas.
Salah satu peserta pelatihan gelombang II dari Kelas Q yang mencakup wilayah Kecamatan Pasean dan Kadur, Tarmidzi A., mengaku memperoleh banyak manfaat selama mengikuti kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 5 hingga 7 Juni 2026.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat. Selain menambah teman dan jaringan baru, kami juga mendapatkan pengalaman serta pengetahuan baru yang akan menjadi bekal saat pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di lapangan,” ujarnya.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi teknis yang disampaikan langsung oleh instruktur Bella Yunita. Pada hari terakhir, peserta mengikuti praktik wawancara dengan responden yang telah disiapkan BPS Pamekasan, dilanjutkan post-test sebagai evaluasi akhir.
Dalam kesempatan tersebut, BPS juga memberikan penghargaan kepada Kusdiraharjo sebagai peserta terbaik dan Muhammad Haji sebagai peserta paling aktif di Kelas Q.
Apresiasi terhadap pelatihan ini juga disampaikan peserta lainnya, Moh Hawiyanto. Menurutnya, data yang dihasilkan melalui Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi di masa mendatang.
“Data yang akurat, valid, dan berintegritas sangat dibutuhkan karena akan menjadi dasar pengambilan keputusan pemerintah dalam mengembangkan perekonomian daerah maupun nasional,” katanya.
Ia menilai manfaat sensus tidak hanya dirasakan pemerintah, tetapi juga masyarakat dan pelaku usaha, terutama sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang akan terdata secara resmi dalam peta ekonomi nasional.
Melalui data tersebut, pemerintah daerah dapat mengidentifikasi potensi ekonomi wilayah, menentukan prioritas pembangunan, hingga menyusun program yang lebih tepat sasaran. Sementara bagi pelaku usaha, hasil sensus berpotensi membuka akses terhadap berbagai program pembinaan, pelatihan, dan dukungan pemerintah.
Sementara itu, PML Kelas Q, Hendro Kamaludin, mengingatkan para petugas agar menjaga koordinasi dan komunikasi selama proses pendataan yang akan berlangsung sekitar dua setengah bulan ke depan.
Menurutnya, keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 sangat bergantung pada kualitas kerja petugas di lapangan.
“Petugas sensus adalah ujung tombak keberhasilan Sensus Ekonomi 2026. Mereka harus memastikan data yang dikumpulkan benar, lengkap, dan sesuai kondisi di lapangan. Profesionalisme, ketelitian, serta kemampuan komunikasi yang baik menjadi modal utama yang harus dimiliki setiap petugas,” tegasnya.
Setelah mengikuti pelatihan, para petugas diharapkan mampu mengimplementasikan seluruh materi yang diperoleh, mulai dari penggunaan aplikasi pendataan, pengisian kuesioner, teknik wawancara, hingga penyelesaian berbagai kendala yang berpotensi muncul saat pelaksanaan sensus.
Dengan kesiapan sumber daya manusia yang terus diperkuat, BPS Pamekasan optimistis Sensus Ekonomi 2026 dapat menghasilkan data yang akurat dan terpercaya sebagai dasar perencanaan pembangunan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
















