PAMEKASAN, KLIKTIMES.ID – Karang Taruna Desa Teja Barat, Kecamatan Pamekasan, menunjukkan peran baru organisasi kepemudaan melalui usaha produksi tempe rumahan yang dikelola secara mandiri oleh para anggotanya.
Berbekal modal swadaya dan peralatan produksi sederhana, para pemuda setempat berhasil mengembangkan usaha berbasis potensi lokal yang kini mulai mendapat respons positif dari masyarakat.
Ketua Karang Taruna Desa Teja Barat, Dwi Ari Oktaufikur Rachman, mengatakan usaha tersebut lahir dari keinginan menghadirkan sumber protein yang terjangkau bagi masyarakat sekaligus membuka ruang produktif bagi pemuda desa.
“Kami ingin memberikan alternatif sumber protein yang murah dan mudah dijangkau masyarakat. Tempe menjadi pilihan karena bernilai gizi tinggi dan bahan bakunya tersedia dari petani lokal,” ujar Dwi Ari, Minggu (7/6/2026).
Menurutnya, usaha tersebut mulai dirintis sekitar dua bulan lalu. Sebelum memulai produksi, para anggota Karang Taruna mempelajari teori pembuatan tempe, melakukan sejumlah uji coba, hingga belajar langsung dari pelaku usaha tahu dan tempe yang merupakan keluarga salah satu anggota.
Untuk mengukur minat pasar, hasil produksi awal dibagikan secara gratis kepada warga sekitar. Setelah mendapatkan tanggapan positif, mereka mulai memasarkan produk secara terbatas.
“Hasilnya cukup baik. Setelah mendapat masukan dari masyarakat, kami mulai menjual produk ke warung-warung nasi di sekitar desa,” katanya.
Saat ini kapasitas produksi meningkat dari 4 kilogram menjadi 6 kilogram kedelai per hari. Ke depan, Karang Taruna Teja Barat menargetkan peningkatan kapasitas produksi melalui dukungan peralatan yang lebih modern.
“Kalau peralatan sudah memadai, kami ingin mengembangkan usaha ke produksi tahu. Harapannya ini bisa menjadi motivasi bagi pemuda lain untuk berani memulai usaha,” tambahnya.
Inisiatif tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Karang Taruna Kabupaten Pamekasan, Moh. Faridi. Ia menilai langkah yang dilakukan pemuda Desa Teja Barat menjadi contoh nyata peran organisasi kepemudaan dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
“Kami sangat bangga. Ini bentuk aktualisasi Karang Taruna yang visioner dan berdampak langsung bagi masyarakat,” kata Faridi, Senin (8/6/2026).
Faridi yang juga menjabat Sekretaris Komisi II DPRD Pamekasan menegaskan pihaknya siap mendukung pengembangan usaha tersebut, termasuk membantu akses pemasaran dan menjembatani kebutuhan peralatan produksi yang lebih efisien.
Menurutnya, program produksi tempe yang dijalankan Karang Taruna Teja Barat layak dijadikan percontohan bagi Karang Taruna desa lainnya di Kabupaten Pamekasan.
“Inovasi ini harus menjadi pilot project bagi Karang Taruna desa lain. Pemuda harus berani bergerak, berinovasi, dan menciptakan peluang ekonomi bagi lingkungannya,” pungkasnya.
















