BeritaDaerahOlahraga

LaNyalla Dorong Muaythai Indonesia Naik Kelas Lewat Sertifikasi Berstandar Internasional

1030
×

LaNyalla Dorong Muaythai Indonesia Naik Kelas Lewat Sertifikasi Berstandar Internasional

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum PBMI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti saat memberikan sambutan pada pembukaan Sertifikasi Nasional Pelatih, Wasit, dan Juri Muaythai Indonesia. Foto/Kliktimes.

BEKASI, KLIKTIMES.ID – Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI) terus memperkuat fondasi pembinaan olahraga Muaythai nasional dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Langkah ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Sertifikasi Nasional Pelatih, Wasit, dan Juri Muaythai Indonesia yang digelar di Asrama Haji Embarkasi Kota Bekasi, Minggu (2/8/2026).

Program yang diikuti 80 peserta dari berbagai provinsi itu menjadi bagian dari strategi PBMI untuk mendorong Muaythai Indonesia naik kelas melalui penguatan kompetensi para pelatih, wasit, dan juri sesuai standar internasional.

Ketua Umum PBMI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menegaskan, sertifikasi tersebut bukan sekadar kegiatan pelatihan, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun ekosistem Muaythai yang profesional, berintegritas, dan mampu bersaing di level dunia.

“Ini bukan pelatihan biasa. Kita sedang membangun kualitas manusia yang akan menjadi ujung tombak pembinaan atlet sekaligus menjaga integritas pertandingan. Atlet hebat lahir dari pelatih yang berkualitas, sementara pertandingan yang bermartabat membutuhkan wasit dan juri yang memahami standar global,” kata LaNyalla.

Menurutnya, kehadiran instruktur dari International Federation of Muaythai Associations (IFMA) menjadi nilai strategis dalam proses sertifikasi. Peserta yang dinyatakan lulus nantinya akan memperoleh sertifikat berstandar internasional yang diakui secara resmi oleh IFMA.

Sertifikasi berlangsung selama tiga hari, mulai 2 hingga 4 Agustus 2026. Pada hari pertama, peserta mendapatkan pembekalan dari Ajarn Thanong selaku Head of WMC Technical Commission sekaligus IFMA International Technical Official (ITO), termasuk materi mengenai perbedaan regulasi IFMA dan World Muaythai Council (WMC). Peserta juga menerima materi dari Sekretaris Jenderal IFMA Stephan Fox bertajuk “One World, One Muaythai”.

Sementara itu, peserta kategori pelatih mengikuti sesi teori dan praktik bersama Ajarn Chao serta Khru Id selaku Muaythai Masters. Adapun peserta wasit dan juri mendapatkan materi teknis serta simulasi pertandingan untuk memperkuat pemahaman terhadap regulasi dan penerapan aturan di lapangan.

Pada hari kedua, pelatihan dilanjutkan dengan pendalaman materi bagi wasit dan juri bersama Ajarn Thanong, sedangkan para pelatih kembali menjalani sesi praktik bersama Ajarn Chao dan Khru Id. Selanjutnya, pada hari terakhir peserta mengikuti praktik dan simulasi sebagai bagian dari evaluasi akhir sertifikasi.

LaNyalla menegaskan, PBMI berkomitmen menjadikan program peningkatan kapasitas ini sebagai agenda berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial.

“Sebanyak 80 peserta hari ini merupakan langkah awal yang akan terus diperluas. Ke depan harus semakin banyak pelatih, wasit, dan juri Indonesia yang memiliki kompetensi serta sertifikasi berstandar internasional. Kita ingin Indonesia bukan hanya kuat sebagai penyelenggara maupun peserta kejuaraan, tetapi juga diakui karena kualitas sumber daya manusianya,” ujarnya.

Wakil Ketua Umum PBMI Bidang Prestasi, Rahyang Mandalajati Evi Silviadi Sangga Buana, mengatakan peningkatan kualitas SDM merupakan salah satu kunci untuk mendongkrak prestasi Muaythai Indonesia di kancah internasional.

“Kalau ingin berbicara prestasi dunia, kualitas SDM juga harus memenuhi standar internasional. Yang terpenting, seluruh ilmu yang diperoleh dalam sertifikasi ini bisa diterapkan secara konsisten di daerah masing-masing,” katanya.

Ia menambahkan, pelaksanaan sertifikasi yang berdekatan dengan Indonesia Muaythai Championship (IMC) 2026 menjadi momentum yang tepat untuk mengaplikasikan ilmu dan standar yang telah dipelajari.

Setelah rangkaian sertifikasi berakhir pada 4 Agustus, PBMI akan menggelar Indonesia Muaythai Championship (IMC) 2026 pada 5 hingga 10 Agustus di GOR Abdu Rosyad, Kota Bekasi, Jawa Barat. Kejuaraan nasional tersebut diperkirakan diikuti sekitar 500 atlet dari berbagai daerah.

Melalui penguatan kualitas pelatih, wasit, dan juri, PBMI optimistis kualitas pembinaan atlet nasional akan semakin meningkat. Dengan fondasi SDM yang kuat, Muaythai Indonesia diharapkan mampu tampil lebih kompetitif sekaligus sejajar dengan negara-negara lain di tingkat internasional.

“Target kita jelas, Muaythai Indonesia harus semakin profesional dan mampu bersaing di level internasional. Untuk mencapainya, kita harus membangun fondasi yang kuat sejak sekarang, dan fondasi itu adalah kualitas manusianya,” pungkas LaNyalla.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *