BisnisDaerahPendidikan

Disperpusip Pamekasan Gelar Lomba Dialog Anak, Tanamkan Keberanian dan Budi Pekerti Sejak Dini

566
×

Disperpusip Pamekasan Gelar Lomba Dialog Anak, Tanamkan Keberanian dan Budi Pekerti Sejak Dini

Sebarkan artikel ini
Kepala Disperpusip Pamekasan, Ulung Sedjati Wirjawan, bersama panitia, guru, dan peserta berfoto bersama usai pembukaan Lomba Dialog Anak tingkat TK/RA. Foto/Ist.

PAMEKASAN, KLIKTIMES.ID – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kabupaten Pamekasan menggelar Lomba Dialog Anak tingkat TK/RA dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-496 Kabupaten Pamekasan Tahun 2026, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lantai 2 Gedung Perpustakaan Daerah M. Tabrani Pamekasan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Disperpusip Pamekasan, Ulung Sedjati Wirjawan.

Mengusung tema “Anak Hebat, Berani Bicara, Berbudi Pekerti, dan Cinta Pamekasan”, lomba ini menjadi sarana edukasi untuk membangun keberanian anak dalam berkomunikasi, melatih kepercayaan diri, sekaligus menanamkan nilai kesantunan dan kecintaan terhadap daerah sejak usia dini.

Dalam sambutannya, Ulung menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang kompetisi untuk memperebutkan gelar juara. Lebih dari itu, lomba dialog anak merupakan ruang pembelajaran untuk mengasah kemampuan berkomunikasi, menyampaikan gagasan, serta membangun keberanian tampil di hadapan orang lain.

“Juara adalah bonus, namun keberanian berbicara, sikap saling menghargai, dan benih cinta pada Kabupaten Pamekasan yang tertanam hari ini adalah bekal berharga yang akan mereka bawa hingga dewasa kelak,” ungkapnya.

Dia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana, kepala sekolah, guru pembimbing, serta para orang tua yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana.

Menurut Ulung, peran guru dan orang tua sangat penting dalam membangun kepercayaan diri anak. Pendampingan tidak seharusnya hanya berorientasi pada kemampuan menghafal materi, tetapi juga perlu mendorong keberanian tampil, kesantunan bertutur kata, serta kemampuan mengungkapkan gagasan secara baik.

Kepada seluruh peserta, Ulung berpesan agar tidak takut melakukan kesalahan selama mengikuti perlombaan. Dia meminta anak-anak menikmati setiap proses, menunjukkan kemampuan terbaik dengan penuh percaya diri, serta tetap menghargai peserta lainnya.

Dia menilai keberhasilan pendidikan anak usia dini tidak semata-mata diukur dari penghargaan yang diraih. Tumbuhnya rasa percaya diri, karakter santun, dan pengalaman positif dalam proses belajar juga menjadi bagian penting dari keberhasilan pendidikan.

Lomba Dialog Anak tersebut diikuti 19 tim dari satuan pendidikan TK/RA di Kabupaten Pamekasan. Setiap tim terdiri atas dua anak yang berpasangan untuk mengikuti perlombaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *