BeritaDaerah

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Anak Muda Didorong Aktif Mengawal Asta Cita

897
×

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Anak Muda Didorong Aktif Mengawal Asta Cita

Sebarkan artikel ini
Diskusi publik Bengawan Action bertajuk “Asta Cita Dua Tahun Berjalan, Suara Muda Berperan” di Surakarta. Foto/Ist.

SURAKARTA, KLIKTIMES.ID – Memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, generasi muda didorong tidak hanya menjadi penerima manfaat program pemerintah, tetapi juga aktif menyampaikan aspirasi, mengawasi kebijakan, dan menawarkan solusi bagi pembangunan nasional.

Dorongan tersebut mengemuka dalam diskusi publik bertajuk “Asta Cita Dua Tahun Berjalan, Suara Muda Berperan” yang diselenggarakan Bengawan Action di Kelana Cafe and Resto, Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (28/10/2026) malam.

Mengusung tagar #OurVoiceOurChoice, kegiatan tersebut menjadi ruang dialog bagi generasi muda untuk membahas pelaksanaan Asta Cita, mengevaluasi program pemerintah, serta menyampaikan gagasan agar kebijakan publik semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Aktivis lingkungan Ahmad Zamzami mengatakan, generasi muda perlu memahami berbagai program pemerintah agar mampu memanfaatkan peluang yang tersedia sekaligus berkontribusi dalam pembangunan.

“Harapannya program-program pemerintah itu bisa terserap dari anak muda. Growth mindset adalah hal yang penting untuk anak muda untuk bisa memahami apa saja yang sudah pemerintah berikan kepada anak muda,” kata Zamzami.

Menurut dia, pemahaman terhadap program pemerintah merupakan langkah awal bagi generasi muda untuk mengambil peran lebih besar. Dengan pola pikir terbuka dan kemauan untuk terus berkembang, anak muda diharapkan mampu mengoptimalkan peluang sekaligus memberikan masukan terhadap pelaksanaan kebijakan.

Dia juga menilai komunikasi dua arah antara pemerintah dan generasi muda perlu terus diperkuat. Dengan demikian, aspirasi masyarakat dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan maupun pelaksanaan kebijakan publik.

Partisipasi anak muda, lanjutnya, tidak seharusnya berhenti pada kritik. Generasi muda juga perlu terlibat dalam merumuskan gagasan dan mencari solusi atas berbagai persoalan pembangunan.

Sementara itu, Ketua KTI Kota Surakarta, Ikhsanudin Fajar Utomo, menegaskan bahwa keberhasilan Asta Cita perlu diukur berdasarkan hasil dan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Asta Cita adalah misi atau prioritas pemerintahan Presiden Prabowo yang ukurannya bukan hanya janji, tapi hasil yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Ikhsan.

Dia menilai, keterlibatan generasi muda penting untuk mengawal pelaksanaan agenda prioritas pemerintah. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui penyampaian aspirasi, perumusan solusi, pengawasan kebijakan, hingga keterlibatan dalam proses pengambilan keputusan.

“Keterlibatan generasi muda dalam menyampaikan aspirasi, merancang solusi, mengawasi kebijakan, dan ikut mengambil keputusan sangat penting dalam mengawal Asta Cita ini,” ujarnya.

Ikhsan juga mengajak pemuda di Surakarta untuk memanfaatkan program pembangunan yang membuka peluang peningkatan keterampilan dan pengembangan karier. Salah satunya program siap kerja yang dinilai relevan dengan kebutuhan generasi muda dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.

“Pemuda Solo bisa menyambut program-program di Solo, salah satunya program siap kerja yang memang sangat bermanfaat untuk anak muda dalam mengembangkan potensi dan karier. Pemuda perlu bergerak dan berdampak bagi masyarakat Solo dan sekitarnya,” katanya.

Dalam diskusi yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda tersebut, Ikhsan turut menyoroti pentingnya kebebasan berpendapat sebagai bagian dari kehidupan demokrasi.

“Kebebasan sipil dalam menyampaikan pendapat merupakan bukti bahwa pemerintahan Prabowo sangat menjunjung tinggi kebebasan berpendapat,” ujarnya.

Menurut dia, ruang dialog yang terbuka dapat memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Pemerintah membutuhkan masukan dari berbagai kelompok, sedangkan masyarakat perlu memperoleh ruang untuk menyampaikan pandangan dan terlibat dalam proses pembangunan.

Dia menambahkan, kebebasan menyampaikan pendapat perlu diiringi tanggung jawab untuk menjaga persatuan. Aspirasi yang disampaikan secara santun, berbasis data, dan berorientasi pada solusi dapat menjadi masukan bagi penyempurnaan kebijakan pemerintah.

Diskusi tersebut menegaskan pentingnya partisipasi generasi muda dalam mengawal agenda pembangunan nasional. Selain memahami program pemerintah, anak muda diharapkan berani menyampaikan kritik secara konstruktif dan terlibat dalam upaya mencari solusi atas persoalan masyarakat.

Melalui semangat Our Voice, Our Choice, Bengawan Action mendorong generasi muda untuk mengambil peran lebih aktif dalam pembangunan, sekaligus menjaga ruang demokrasi agar tetap terbuka bagi pertukaran gagasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *