SURABAYA. KLIKTIMESID— Kesibukan menjalankan tugas sebagai anggota DPR RI tidak menghalangi Eric Hermawan, politisi Partai Golkar yang kini duduk di Komisi XI DPR RI, untuk terus mengembangkan kapasitas akademiknya.
Eric baru saja menyelesaikan pendidikan Pascasarjana Bidang Ilmu Hukum di Universitas Dr. Soetomo, Surabaya. Pencapaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan akademik sekaligus upaya memperkuat perspektif keilmuan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya di ruang publik.
Sebagai politisi Partai Golkar dan anggota DPR RI, Eric berada dalam lingkungan kerja yang menuntut kemampuan memahami berbagai persoalan secara komprehensif. Karena itu, pendidikan dipandang bukan sekadar upaya memperoleh gelar, tetapi bagian dari proses meningkatkan kapasitas dalam menjalankan pengabdian.
Bagi Eric, proses belajar merupakan perjalanan yang tidak berhenti ketika seseorang telah memasuki dunia politik. Justru ketika berada di ruang publik, kebutuhan untuk terus memperbarui pengetahuan menjadi semakin penting.
Belajar di Tengah Kesibukan sebagai Legislator
Menjalankan aktivitas di parlemen sekaligus menyelesaikan pendidikan pascasarjana tentu membutuhkan konsistensi dan manajemen waktu.
Perjalanan tersebut menunjukkan komitmen Eric untuk terus belajar di tengah tanggung jawabnya sebagai legislator.
Sebagai kader Partai Golkar yang dipercaya duduk di DPR RI, ia memiliki ruang pengabdian yang bersinggungan dengan berbagai persoalan strategis nasional. Pengalaman politik dan tugas kelembagaan tersebut kemudian bertemu dengan proses akademik yang dijalaninya.
Persinggungan antara pengalaman di lapangan dan pengetahuan akademik menjadi modal penting dalam melihat persoalan publik secara lebih utuh.
Dari Kapasitas Akademik Menuju Pengabdian
Momentum wisuda tersebut kemudian menjadi lebih dari sekadar seremoni akademik.
Ia menjadi pengingat bahwa semakin besar tanggung jawab yang diberikan kepada seseorang, semakin besar pula tuntutan untuk terus meningkatkan kapasitas diri.
Perjalanan Eric Hermawan memperlihatkan bagaimana pendidikan dapat berjalan beriringan dengan pengabdian politik.
Dari ruang akademik, pengetahuan dibangun. Dari ruang parlemen, pengetahuan tersebut diuji melalui dinamika persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
Pada titik inilah pendidikan menemukan maknanya yang lebih luas: bukan hanya untuk meningkatkan kapasitas pribadi, tetapi juga menjadi bekal dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat dan negara.
Bagi seorang politisi, kapasitas intelektual menjadi salah satu modal penting dalam membangun gagasan dan mengambil sikap terhadap berbagai persoalan publik. Karena itu, keputusan untuk terus menempuh pendidikan dapat dibaca sebagai bagian dari investasi jangka panjang terhadap kualitas pengabdian.
Momentum tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa belajar tidak mengenal batas ruang, usia maupun jabatan.
Bagi Eric Hermawan, perjalanan akademik ini bukan garis akhir. Sebaliknya, ia menjadi bagian dari proses panjang untuk terus meningkatkan kapasitas, memperluas perspektif, dan memperkuat pengabdian di ruang publik.
Sebab bagi seorang politisi, jabatan adalah amanah, sementara pengetahuan adalah bekal untuk menjalankan amanah tersebut dengan lebih baik.
















