KLIKTIMES.ID – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) bersiap menggelar Karya Bakti TNI AD Skala Besar di Pulau Madura mulai 1 Juli hingga 31 Agustus 2026. Program yang berlangsung selama dua bulan itu menyasar empat kabupaten sekaligus, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.
Tak tanggung-tanggung, sedikitnya 502 sasaran fisik telah disiapkan dalam program yang berada di bawah tanggung jawab langsung Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) tersebut. Mulai dari pembangunan jembatan, penyediaan air bersih, perbaikan rumah warga, hingga fasilitas pendidikan dan tempat ibadah akan menjadi fokus pengerjaan.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa TNI AD tidak hanya hadir sebagai penjaga kedaulatan negara, tetapi juga mengambil peran aktif dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat yang selama ini masih menjadi pekerjaan rumah di berbagai wilayah Madura.
Berdasarkan data sementara, terdapat 33 jembatan yang akan dibangun atau diperbaiki, 47 sumur bor untuk mendukung akses air bersih, 20 tempat ibadah, 400 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan MCK, serta dua sekolah yang tersebar di empat kabupaten.
Selain pembangunan fisik, TNI AD juga menyiapkan program sosial dan kemanusiaan dalam skala besar. Sedikitnya 355 operasi katarak gratis, donor darah dengan target 1.000 kantong, khitan massal bagi 300 anak, bakti kesehatan untuk 400 peserta, bakti lingkungan di 200 titik, hingga operasi bibir sumbing menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.
Tak hanya itu, aspek lingkungan juga mendapat perhatian khusus. Sebanyak 2.000 pohon trembesi akan ditanam di sejumlah lokasi strategis sebagai bagian dari gerakan penghijauan yang diharapkan mampu memperbaiki kualitas lingkungan sekaligus menjadi investasi ekologis jangka panjang bagi Madura.
Menariknya, dari empat kabupaten yang menjadi sasaran program, Kabupaten Sumenep memperoleh porsi terbesar dengan 142 titik kegiatan. Posisi berikutnya ditempati Pamekasan dengan 124 titik, Bangkalan 123 titik, dan Sampang 113 titik.
Besarnya porsi yang diterima Sumenep menunjukkan masih tingginya kebutuhan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah paling timur Pulau Madura tersebut. Namun demikian, seluruh angka tersebut masih bersifat sementara karena proses verifikasi dan pendataan lapangan masih terus berlangsung.
Artinya, jumlah sasaran fisik maupun nonfisik masih berpotensi bertambah sesuai kebutuhan riil masyarakat yang ditemukan di lapangan. Pendekatan ini dinilai penting agar program yang dijalankan tidak sekadar memenuhi target administrasi, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi warga.
Rencananya, pembukaan Karya Bakti TNI AD Skala Besar 2026 akan dipusatkan di Lapangan Nagara Bhakti Mandhapa Agung Ronggo Sukowati, Pamekasan. Ribuan peserta dari unsur TNI, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan hingga masyarakat umum diperkirakan akan menghadiri kegiatan tersebut.
Melalui program ini, TNI AD ingin memperkuat semangat kemanunggalan TNI dan rakyat. Sebab pembangunan tidak hanya membutuhkan anggaran dan kebijakan, tetapi juga gotong royong, kolaborasi, dan kehadiran nyata di tengah masyarakat.
Dengan mengusung slogan “Bersama Rakyat TNI Kuat”, Karya Bakti TNI AD 2026 diharapkan tidak hanya meninggalkan jejak berupa bangunan fisik, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi masyarakat Madura dalam memperoleh akses yang lebih baik terhadap air bersih, hunian layak, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan yang berkelanjutan.
















