BeritaDaerah

Malam Suro, PSHT Sumenep Resmi Sahkan 107 Warga Tingkat I

553
×

Malam Suro, PSHT Sumenep Resmi Sahkan 107 Warga Tingkat I

Sebarkan artikel ini
Warga baru PSHT Cabang Sumenep mengikuti prosesi pengesahan Warga Tingkat I yang digelar bertepatan dengan malam Suro 2026. Foto/Kliktimes.

SUMENEP, KLIKTIMES.ID – Momentum malam Suro dimanfaatkan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Sumenep untuk mengesahkan 107 warga baru tingkat I. Prosesi sakral yang menjadi tradisi tahunan organisasi tersebut berlangsung khidmat di Gedung Korpri Sumenep, Sabtu (20/6/2026) malam.

Ratusan peserta yang disahkan merupakan perwakilan dari berbagai ranting PSHT di wilayah daratan hingga kepulauan Kabupaten Sumenep. Dari total 107 warga baru, sebanyak 80 orang berjenis kelamin laki-laki dan 27 lainnya perempuan.

Pengesahan warga tingkat I merupakan agenda rutin PSHT yang digelar setiap bulan Suro atau Muharram sebagai bagian dari proses kaderisasi dan pembentukan karakter anggota.

Acara tersebut turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sumenep, perwakilan perguruan silat se-Kabupaten Sumenep, serta pengurus, dewan, pelatih, dan ketua ranting PSHT.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Hosni, mengatakan seluruh peserta yang mengikuti prosesi pengesahan telah melalui tahapan pembinaan yang panjang sebelum dinyatakan layak menjadi warga PSHT.

“Mereka merupakan perwakilan dari berbagai ranting PSHT yang tersebar di wilayah daratan hingga kepulauan Kabupaten Sumenep,” kata Hosni.

Sementara itu, Ketua PSHT Cabang Sumenep, Abd Razak, mengucapkan selamat kepada seluruh warga baru yang berhasil menyelesaikan rangkaian pendidikan dan pembinaan hingga tahap pengesahan.

Menurutnya, PSHT tidak hanya mengajarkan kemampuan bela diri, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral, persaudaraan, serta tanggung jawab sosial kepada setiap anggotanya.

“Saya ucapkan selamat kepada calon warga baru. Pada malam ini kita lahirkan saudara baru dari rahim yang berbeda, namun satu tujuan, yaitu menjadi pendekar yang berbudi luhur, tahu benar dan salah, beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta bisa berperan aktif dan bersinergi dengan pemerintah daerah maupun masyarakat,” ujarnya.

Razak menjelaskan, sebelum memperoleh status warga PSHT, para siswa harus melewati sejumlah tahapan, mulai dari latihan rutin, pendadaran, hingga pembinaan karakter dan mental.

Menurutnya, seluruh proses tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk anggota PSHT yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga matang secara kepribadian.

“Acara ini merupakan agenda tahunan PSHT untuk mencetak anggota atau warga baru. Dengan catatan, siswa yang disahkan telah melewati berbagai tahapan latihan, pendadaran, hingga pembinaan,” ungkapnya.

Ia berharap para warga baru mampu menjaga nama baik organisasi dan mengamalkan nilai-nilai persaudaraan, kedisiplinan, serta budi pekerti luhur yang menjadi ajaran utama PSHT dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan bertambahnya 107 warga baru, PSHT Cabang Sumenep berharap dapat terus melahirkan pendekar-pendekar yang tidak hanya memiliki kemampuan bela diri, tetapi juga mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *