Bappeda
DKPP
RSUD
TANI
BeritaNasional

Harga Telur Anjlok, Kementan Minta Program MBG Serap Lebih Banyak Produksi Peternak

30
×

Harga Telur Anjlok, Kementan Minta Program MBG Serap Lebih Banyak Produksi Peternak

Sebarkan artikel ini
Pemerintah meminta SPPG menyerap lebih banyak telur dari peternak lokal untuk mendukung keberlanjutan usaha peternakan rakyat. Foto/Net.

JAKARTA, KLIKTIMES.ID – Pemerintah bergerak cepat merespons anjloknya harga telur ayam ras di tingkat peternak yang terjadi sejak awal Mei 2026. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mendorong peningkatan penyerapan telur melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kementerian Pertanian (Kementan) telah mengirim surat resmi kepada Badan Gizi Nasional (BGN) agar penggunaan telur dalam menu MBG ditingkatkan.

ADVERTISEMENT Banner

Direktur Jenderal PKH Kementan, Agung Suganda, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk membantu menyerap produksi telur peternak yang saat ini melimpah di sejumlah daerah sentra produksi.

“Dalam surat tersebut, Kementan mengusulkan peningkatan penggunaan telur dalam menu MBG,” ujar Agung, Minggu (7/6/2026).

Tak hanya meminta penambahan porsi telur dalam menu MBG, Kementan juga mengusulkan agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membeli telur langsung dari peternak lokal dengan mengacu pada Harga Acuan Pembelian (HAP) produsen sebesar Rp26.500 per kilogram.

Menurut Kementan, kebijakan itu penting untuk menjaga stabilitas harga di tingkat peternak sekaligus memastikan keberlanjutan usaha peternakan rakyat.

Usulan tersebut mendapat respons dari BGN. Lembaga itu kemudian menerbitkan Surat Edaran Nomor SE/01/06/V/2026 yang meminta seluruh SPPG meningkatkan penyerapan telur dari peternak lokal sesuai HAP produsen.

Di sisi lain, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengakui harga telur sempat mengalami tekanan di beberapa daerah, terutama di wilayah sentra produksi telur seperti Blitar, Jawa Timur.

“Kemarin ada beberapa daerah, terutama di Jawa Timur, di Blitar itu harga telur turun,” kata Budi.

Karena itu, pemerintah meminta BGN memperkuat pembelian telur di daerah-daerah yang mengalami penurunan harga agar pasokan yang melimpah dapat terserap pasar.

Langkah kolaboratif antara Kementan dan BGN tersebut diharapkan mampu menjadi bantalan bagi peternak di tengah pelemahan harga yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Dengan meningkatnya kebutuhan telur untuk Program MBG, pemerintah berharap harga di tingkat peternak kembali bergerak menuju HAP yang telah ditetapkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *