BeritaDaerahPendidikan

Bawaslu dan Kemenag Kota Mojokerto Kolaborasi, Tanamkan Nilai Moderasi untuk Perkuat Demokrasi

12
×

Bawaslu dan Kemenag Kota Mojokerto Kolaborasi, Tanamkan Nilai Moderasi untuk Perkuat Demokrasi

Sebarkan artikel ini
Bawaslu dan Kemenag Kota Mojokerto Kolaborasi Dorong Pemilih Pemula Jadi Generasi Demokratis. Foto/ist

MOJOKERTO. KLIKTIMESIDBadan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Mojokerto menggandeng Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mojokerto dalam upaya memperkuat pendidikan politik dan demokrasi, khususnya bagi kalangan pemilih pemula.

Kolaborasi tersebut mengusung tema “Dari Moderasi Menuju Demokrasi” dan akan digelar di MAN Kota Mojokerto, Kamis (10/9/2026).

Ketua Bawaslu Kota Mojokerto, Dian Pratmawati, mengatakan kolaborasi dengan Kemenag dilakukan karena nilai-nilai moderasi memiliki keterkaitan kuat dengan kehidupan demokrasi.

Menurutnya, demokrasi tidak hanya membutuhkan pemahaman mengenai hak dan kewajiban sebagai warga negara, tetapi juga sikap mampu menerima perbedaan dan menghormati pilihan orang lain.
“Kenapa kemudian Bawaslu menggandeng Kemenag? Karena kami melihat nilai-nilai moderasi ini sangat relevan dengan demokrasi. Dalam demokrasi pasti ada perbedaan, baik perbedaan pandangan maupun pilihan politik. Karena itu, bagaimana kemudian perbedaan tersebut bisa kita sikapi dengan bijak, saling menghormati dan tidak mudah terprovokasi,” ujar Dian.

Ia menjelaskan, pemilih pemula menjadi salah satu kelompok yang penting mendapatkan penguatan mengenai nilai-nilai tersebut. Generasi muda dinilai tidak cukup hanya dibekali pengetahuan mengenai teknis pemilu, tetapi juga perlu memahami bagaimana membangun kehidupan demokrasi yang sehat.
“Kami ingin pemilih pemula tidak hanya tahu bagaimana menggunakan hak pilihnya, tetapi juga memahami bagaimana menjadi pemilih yang bertanggung jawab. Ketika ada perbedaan pilihan, jangan sampai kemudian menjadi alasan untuk saling bermusuhan,” katanya.

Menurut Dian, sinergi dengan Kemenag diharapkan dapat memperluas pendekatan pendidikan demokrasi melalui nilai-nilai moderasi, seperti toleransi, menghargai perbedaan, mengedepankan dialog dan menghindari sikap ekstrem.

Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu Kota Mojokerto berharap lahir generasi muda yang memiliki kesadaran politik sekaligus mampu menjaga suasana demokrasi tetap damai dan kondusif.

“Dari Moderasi Menuju Demokrasi” menjadi pesan bahwa moderasi tidak hanya penting dalam kehidupan sosial dan keagamaan, tetapi juga dapat menjadi fondasi dalam membangun demokrasi yang sehat, inklusif dan berintegritas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *