BeritaDaerah

Wakil Rakyat Tak Hanya di Balik Meja, Ketua DPRD Kota Mojokerto Turun Langsung Temui Warga

13
×

Wakil Rakyat Tak Hanya di Balik Meja, Ketua DPRD Kota Mojokerto Turun Langsung Temui Warga

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Kota Mojokerto; Erie Purwanti tinjau kondisi warga yang butuh RTLH. Foto/kliktimes.id

MOJOKERTO, KLIKTIMESID — Menjadi wakil rakyat tidak hanya berkutat dengan agenda dan pembahasan di ruang parlemen. Ketua DPRD Kota Mojokerto, Erie Purwanti, memilih turun langsung ke tengah masyarakat untuk melihat dan mendengar kondisi warga secara lebih dekat.

Erie mendatangi kediaman salah seorang warga yang membutuhkan perhatian terkait kondisi tempat tinggal. Dalam kunjungan tersebut, ia turut didampingi unsur lingkungan setempat, termasuk Ketua RT dan RW.

Kunjungan berlangsung dalam suasana sederhana dan penuh keakraban. Erie berbincang langsung dengan warga serta melihat kondisi rumah yang menjadi perhatian, sekaligus menggali kebutuhan yang diperlukan agar persoalan tersebut dapat dicarikan jalan keluar.

Bagi Erie, turun langsung ke masyarakat merupakan bagian penting dari tanggung jawab sebagai wakil rakyat. Menurutnya, persoalan warga tidak selalu cukup diketahui melalui laporan, tetapi terkadang perlu dilihat secara langsung agar persoalan yang dihadapi dapat dipahami secara utuh.

“Sing penting manfaat. Bagi saya, yang paling penting itu bagaimana keberadaan kita sebagai wakil rakyat benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kalau ada warga yang membutuhkan, ya sebisa mungkin kita hadir, kita dengarkan kebutuhannya, kemudian kita upayakan apa yang bisa kita fasilitasi,” ujar Erie.

Ia menilai, kehadiran langsung di tengah masyarakat juga menjadi cara untuk membangun komunikasi yang lebih dekat antara wakil rakyat dengan warga.

“Kita tidak ingin hanya mendengar persoalan masyarakat dari laporan saja. Kalau memang ada warga yang kondisinya membutuhkan perhatian, kita lihat langsung. Dari situ kita bisa mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkan dan apa yang bisa kita perjuangkan,” imbuhnya.

Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut adalah terkait fasilitasi bedah rumah bagi warga yang membutuhkan hunian yang lebih layak.

Erie mengatakan, kebutuhan tersebut akan dilihat terlebih dahulu berdasarkan kondisi di lapangan dan kemudian dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

“Untuk kebutuhan bedah rumah ini, tentu kita lihat dulu kondisinya dan kita koordinasikan dengan pihak-pihak terkait. Prinsipnya, kalau memang ada warga yang membutuhkan rumah layak, jangan sampai persoalan itu dibiarkan. Kita cari jalan keluarnya bersama-sama,” tegasnya.

Menurutnya, persoalan hunian layak menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, diperlukan sinergi antara masyarakat, lingkungan RT/RW, pemerintah dan pihak-pihak terkait agar warga yang membutuhkan dapat memperoleh perhatian dan solusi.

Bagi Erie, fungsi sebagai wakil rakyat bukan hanya menjalankan tugas kelembagaan di gedung DPRD, tetapi juga memastikan aspirasi dan persoalan masyarakat mendapat ruang untuk diperjuangkan.

“Jabatan itu bukan sekadar posisi. Yang penting manfaatnya. Kalau kita bisa hadir, mendengar dan membantu mencarikan jalan keluar untuk masyarakat, itu yang menurut saya jauh lebih penting,” pungkasnya.

Kehadiran Erie secara langsung di rumah warga menjadi gambaran bahwa komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat dapat dilakukan secara sederhana—dengan datang, mendengar, melihat kondisi secara langsung, kemudian mengupayakan langkah yang dapat memberikan manfaat bagi warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *