BeritaDaerah

Ansor Esports Championship Meriahkan Muktamar Nu Ke-35, Sumenep Raih Juara III

886
×

Ansor Esports Championship Meriahkan Muktamar Nu Ke-35, Sumenep Raih Juara III

Sebarkan artikel ini
Ketua PW GP Ansor Jawa Timur H. Musaffa Safril menyerahkan hadiah kepada pemenang Ansor Esports Championship di Aula PCNU Jombang. Foto/Ist.

JOMBANG, KLIKTIMES.ID – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (PW GP Ansor) Jawa Timur menggelar Ansor Esports Championship, turnamen olahraga elektronik yang mempertemukan ratusan anak muda dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Kegiatan yang berlangsung pada 28–31 Agustus 2026 di Aula PCNU Jombang tersebut menjadi bagian dari rangkaian aktivitas kepemudaan yang dipusatkan di Jombang untuk turut memeriahkan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.

Ratusan peserta dan pengunjung memadati arena pertandingan. Antusiasme peserta terlihat sejak babak awal hingga pertandingan final.

Kompetisi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan dalam olahraga elektronik, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan, silaturahmi, dan kolaborasi bagi generasi muda NU dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, H. Musaffa Safril, mengatakan Ansor Esports Championship merupakan bagian dari upaya Ansor membaca perkembangan zaman sekaligus menghadirkan ruang baru bagi anak muda.

“Anak muda hari ini memiliki dunianya sendiri. Esports adalah salah satunya. Ansor tidak boleh hanya hadir di ruang-ruang konvensional, tetapi harus mampu masuk ke ruang kehidupan anak muda dan menjadikannya sebagai ruang silaturahmi, kreativitas, kompetisi, dan kolaborasi,” ujarnya.

Menurut Musaffa, pemilihan Jombang sebagai lokasi penyelenggaraan memiliki makna strategis. Selain dikenal sebagai salah satu pusat sejarah dan tradisi NU, Jombang pada akhir Agustus 2026 menjadi titik berkumpulnya warga NU dari berbagai penjuru Indonesia dalam momentum Muktamar ke-35.

“Ketika ribuan warga NU berkumpul di Jombang untuk mengikuti Muktamar, anak-anak muda juga harus memiliki ruang untuk berkumpul, berinteraksi dan menunjukkan kreativitasnya. Karena masa depan NU juga berada di tangan generasi mudanya,” katanya.

Dia menegaskan, Ansor ingin memastikan perkembangan teknologi dan budaya digital tidak hanya dipandang sebagai tantangan, tetapi juga sebagai peluang untuk membangun ekosistem kepemudaan yang positif.

“Esports bukan semata-mata soal permainan. Di dalamnya ada disiplin, strategi, kerja sama tim, sportivitas dan kemampuan mengambil keputusan. Nilai-nilai itu juga penting dalam membangun karakter generasi muda,” tambahnya.

Persaingan dalam Ansor Esports Championship berlangsung ketat hingga babak final. Tim PC GP Ansor Kota Mojokerto berhasil keluar sebagai juara pertama.

Posisi kedua diraih tim PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto, sedangkan tim PC GP Ansor Kabupaten Sumenep berhasil mengamankan posisi ketiga.

Capaian tersebut menunjukkan kader dan anak muda NU di berbagai daerah memiliki potensi untuk berkembang dalam ekosistem olahraga elektronik yang semakin populer di kalangan generasi muda.

PW GP Ansor Jawa Timur menilai tingginya partisipasi dan antusiasme peserta menjadi indikator bahwa kegiatan berbasis kreativitas anak muda memiliki ruang besar untuk terus dikembangkan.

Ke depan, Ansor Jawa Timur berkomitmen menghadirkan Ansor Esports Championship dalam skala yang lebih besar dan meriah. Kegiatan tersebut diharapkan melibatkan lebih banyak peserta sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas.

“Ini baru awal. Ke depan kita ingin membuat event yang lebih besar, lebih meriah dan mampu menjadi wadah bertemunya anak-anak muda NU dari seluruh Jawa Timur. Ansor harus hadir di tengah perubahan zaman, termasuk di dunia digital dan esports,” tegas Musaffa.

Melalui kegiatan tersebut, PW GP Ansor Jawa Timur berharap esports tidak hanya berkembang sebagai industri dan hiburan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, pengembangan talenta, serta penguatan jejaring anak muda NU.

Dari Jombang, di tengah momentum Muktamar NU ke-35, Ansor Jawa Timur ingin menegaskan bahwa anak muda NU tidak boleh hanya menjadi penonton perubahan zaman. Mereka harus tampil sebagai pemain utama di dalamnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *