Berita

Wasekum BADKO HMI Jatim Sebut 5 Peran Strategis Pemuda di Misi Dagang 2026

83
×

Wasekum BADKO HMI Jatim Sebut 5 Peran Strategis Pemuda di Misi Dagang 2026

Sebarkan artikel ini
Wakil Sekretaris Umum (Wasekum) BADKO HMI Jatim, Khalilurrahman. Foto/Ist.

SURABAYA | KLIKTIMES.ID – Peran pemuda dinilai menjadi kunci dalam kesuksesan Misi Dagang dan Investasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur 2026. Dalam agenda tersebut, anak muda tidak lagi sekadar menjadi peserta, tetapi didorong sebagai penggerak utama ekonomi daerah.

BADKO HMI Jawa Timur pun mengapresiasi langkah Pemprov Jatim yang melibatkan pemuda secara aktif dalam misi dagang.

Wakil Sekretaris Umum (Wasekum) BADKO HMI Jatim, Khalilurrahman, menilai kebijakan ini sebagai bentuk keberpihakan nyata terhadap generasi muda.

“Kami mengapresiasi Pemprov Jatim karena tidak hanya menjadikan pemuda sebagai objek pembangunan, tapi sebagai subjek dan pelaku utama. Ini langkah maju untuk menciptakan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Khalilurrahman di Surabaya, Rabu (6/5/2026).

Menurutnya, keterlibatan pemuda memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan misi dagang. Ia menyebut setidaknya ada lima peran utama.

Pertama, sebagai inovator produk dan kemasan. Pemuda dari kalangan desainer dan komunitas kreatif dinilai mampu melakukan rebranding produk UMKM agar lebih menarik, seperti mengemas ulang batik tulis menjadi produk streetwear atau memperbarui desain kemasan makanan.

Kedua, sebagai regenerasi pelaku usaha. Keterlibatan pemuda membuka ruang lahirnya wirausahawan baru sehingga ekonomi daerah tetap dinamis dan adaptif.

Ketiga, optimalisasi potensi digital. Pemuda dianggap paling siap dalam mendampingi transformasi digital UMKM, mulai dari digital marketing hingga akses pasar berbasis platform ekspor.

“UMKM butuh sentuhan anak muda agar naik kelas dan tidak kalah saing,” ujarnya.

Keempat, penguatan ekonomi kerakyatan. Keterlibatan pemuda dalam misi dagang, termasuk dalam komposisi UMKM, dinilai mampu memperkuat basis ekonomi dari bawah.

Kelima, ruang kolaborasi lintas daerah. Misi dagang juga menjadi wadah bagi pemuda antar daerah untuk membangun jejaring bisnis dan kolaborasi.

Meski demikian, Khalilurrahman mengingatkan agar pelibatan pemuda tidak berhenti pada seremoni.

“Harus ada pendampingan berkelanjutan, akses permodalan, dan pelatihan ekspor-impor bagi pemuda. Jangan sampai hanya dilibatkan saat acara, tapi setelah itu dilepas,” tegasnya.

Ia juga menyatakan kesiapan BADKO HMI Jatim untuk berkolaborasi dengan Pemprov dalam menyiapkan kader-kader muda di berbagai daerah.

“Potensi ini bisa disinergikan untuk mendampingi UMKM dan memperluas pasar produk Jatim,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *