BeritaDaerah

Kokoon Hotel Surabaya Ajak Wisatawan Menyentuh Jejak Masa Lalu Lewat Living Museum

2781
×

Kokoon Hotel Surabaya Ajak Wisatawan Menyentuh Jejak Masa Lalu Lewat Living Museum

Sebarkan artikel ini
Kokoon Hotel Surabaya, hotel berkonsep Living Museum yang memadukan bangunan bersejarah dengan fasilitas modern di kawasan Kota Tua Surabaya. Foto/Ist.

SURABAYA, KLIKTIMES.ID – Menginap di hotel sekaligus menjelajahi sejarah Kota Pahlawan bisa menjadi pengalaman berbeda. Kokoon Hotel Surabaya menghadirkan konsep Living Museum yang mengajak wisatawan menelusuri jejak aktivitas perkantoran era 1900-an melalui koleksi artefak bersejarah di berbagai sudut hotel.

Berada di kawasan Kota Tua Surabaya, konsep ini memungkinkan tamu menikmati pengalaman sejarah tanpa harus mengunjungi museum konvensional. Berbagai benda peninggalan masa lalu ditempatkan di area hotel, sehingga pengunjung bisa mengenal sejarah sambil menikmati fasilitas penginapan.

Koleksi yang dipamerkan cukup beragam, mulai dari proyektor film Bell & Howell Lumina II, mesin ketik Olympia, telepon putar Zamona, mesin hitung mekanik Olivetti, hingga brankas antik berukuran besar dengan bobot mencapai beberapa ton.

Menariknya, setiap artefak dilengkapi kode QR (QR Code) yang dapat dipindai untuk mengakses informasi mengenai sejarah, fungsi, asal-usul, dan cerita di balik benda tersebut. Informasi tersedia dalam bahasa Indonesia dan Inggris, sehingga dapat diakses wisatawan domestik maupun mancanegara.

Asst. Sales & Marketing Communication Manager Kokoon Hotel Surabaya, Tegar Kanugran, mengatakan konsep Living Museum dirancang bukan sekadar untuk memajang benda-benda antik, melainkan juga memberikan pengalaman edukatif kepada para tamu.

“Kami ingin Living Museum di Kokoon Hotel Surabaya tidak sekadar menjadi ruang untuk memajang benda-benda lama, tetapi menjadi bagian dari pengalaman yang memungkinkan tamu mengenal cerita di balik setiap koleksi. Melalui QR Code dwibahasa, kami memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk mengeksplorasi sejarah artefak secara lebih interaktif dan mandiri,” ujar Tegar.

Menurutnya, keberadaan Living Museum juga menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan kekayaan sejarah kawasan Surabaya Utara kepada wisatawan.

“Kami melihat sejarah sebagai bagian penting dari identitas Surabaya. Karena itu, kami berharap kehadiran Living Museum dapat menjadi salah satu pengalaman yang memperkaya perjalanan wisatawan saat menjelajahi kawasan Surabaya Utara,” tambahnya.

Dari Bangunan Bersejarah Menjadi Hotel Modern

Daya tarik Living Museum tidak terlepas dari sejarah bangunan Kokoon Hotel Surabaya yang beralamat di Jalan Slompretan Nomor 26. Bangunan di kawasan Kota Tua tersebut memiliki perjalanan panjang dan pernah digunakan untuk berbagai aktivitas bisnis sejak awal abad ke-20.

Pada awal 1900-an, bangunan itu disebut pernah digunakan sebagai pabrik korek api milik perusahaan Belanda sebelum beralih fungsi menjadi gudang VOC. Sekitar 1920, bangunan tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai kantor PT Dwi Satrya Utama, perusahaan perdagangan yang menjalankan aktivitas bisnis hingga awal 2000-an.

Bangunan itu juga pernah digunakan oleh sejumlah perusahaan lain sebelum akhirnya menjalani renovasi pada 2016–2017. Renovasi dilakukan dengan tetap mempertahankan karakter dan nilai sejarah bangunan.

Pada 2018, bangunan tersebut resmi bertransformasi menjadi Kokoon Hotel Surabaya, memadukan arsitektur bersejarah dengan fasilitas perhotelan modern.

Perpaduan bangunan bersejarah, koleksi artefak, dan fasilitas modern ini memberikan alternatif bagi wisatawan yang ingin menikmati penginapan sekaligus mengenal perjalanan sejarah Kota Pahlawan.

Melalui Living Museum, Kokoon Hotel Surabaya berupaya menghadirkan pengalaman menginap yang tidak hanya berfokus pada akomodasi, tetapi juga memperkenalkan jejak sejarah dan budaya kawasan Kota Tua Surabaya secara lebih interaktif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *