BeritaDaerah

FIKOM Unitomo Gandeng PERHUMAS, Bekali Mahasiswa Strategi Krisis Komunikasi

1028
×

FIKOM Unitomo Gandeng PERHUMAS, Bekali Mahasiswa Strategi Krisis Komunikasi

Sebarkan artikel ini
FIKOM Unitomo bersama PERHUMAS BPC Surabaya Raya menggelar PERHUMAS Goes to Campus untuk membahas strategi komunikasi krisis organisasi di Surabaya. Foto/Ist.

SURABAYA, KLIKTIMES.ID – Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Dr. Soetomo (FIKOM Unitomo) menggandeng Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (PERHUMAS) BPC Surabaya Raya untuk memperkuat kompetensi mahasiswa dalam menghadapi krisis komunikasi organisasi.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan PERHUMAS Goes to Campus bertajuk “Turning Chaos Into Clarity: Seni Berkomunikasi Saat Krisis Melanda Organisasi” di RM Soemantri Lantai 3, Gedung A Unitomo, Surabaya, Senin (12/10/2026).

Kegiatan ini menghadirkan akademisi dan praktisi untuk membahas strategi komunikasi krisis, mulai dari akurasi informasi, empati, hingga upaya menjaga kepercayaan publik di tengah derasnya arus informasi.

Dekan FIKOM Unitomo, Dr. Nur’annafi Farni Syam Maella, M.I.Kom., mengatakan pendidikan komunikasi tidak hanya berfokus pada kemampuan menyampaikan pesan, tetapi juga membentuk pola pikir kritis, kepekaan sosial, dan integritas mahasiswa.

“Dalam situasi krisis, publik membutuhkan kejelasan informasi sekaligus kepastian bahwa kekhawatiran mereka didengar dan ditindaklanjuti. Karena itu, komunikasi harus berangkat dari kejujuran, empati, dan kesediaan organisasi untuk bertanggung jawab,” ujarnya.

Perempuan yang akrab disapa Anna itu menegaskan, komunikasi yang efektif harus disertai tindakan nyata. Menurutnya, kepercayaan publik tidak cukup dibangun melalui pernyataan, tetapi juga melalui keselarasan antara pesan dan tindakan organisasi.

“Mahasiswa perlu memahami bahwa di balik setiap krisis ada manusia yang terdampak. Kemampuan berbicara dan menyusun pesan harus disertai kepekaan untuk mendengar, memverifikasi informasi, dan memahami pengalaman orang lain,” tuturnya.

Anna menambahkan, kolaborasi dengan PERHUMAS BPC Surabaya Raya menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menghubungkan teori di bangku kuliah dengan praktik profesional, terutama dalam pengambilan keputusan, pengelolaan risiko, dan pemulihan kepercayaan publik.

Rektor Unitomo, Prof. Dr. Siti Marwiyah, S.H., M.H., turut menekankan pentingnya pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia profesional. Perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan dan etika profesional.

Sementara itu, Direktur Utama Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA, Benny Siga Butarbutar, yang hadir sebagai pembicara, menyoroti peran media dalam membentuk persepsi masyarakat saat organisasi menghadapi krisis.

“Media memiliki kekuatan besar untuk membentuk persepsi publik. Dalam situasi krisis, media bisa menjadi penyelamat, tetapi juga bisa memperkeruh keadaan jika informasi yang disampaikan tidak akurat,” kata Benny.

Ia menjelaskan, organisasi perlu memiliki strategi komunikasi yang terarah, termasuk menunjuk satu juru bicara untuk menjaga konsistensi informasi kepada publik. Respons cepat pada satu jam pertama atau the golden hour juga penting untuk mencegah berkembangnya kesimpangsiuran informasi.

Selain itu, Benny menekankan pentingnya peningkatan kualitas jurnalisme melalui penguatan kemampuan berpikir kritis, perluasan wawasan, dan peliputan investigasi.

Menurutnya, media maupun praktisi hubungan masyarakat harus mengedepankan objektivitas serta menghindari manipulasi informasi dalam membentuk persepsi publik.

“Jangan sampai informasi yang disampaikan justru membuat persoalan semakin besar. Media memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi yang akurat dan membangun pemahaman masyarakat,” ujarnya.

Ketua PERHUMAS BPC Surabaya Raya, Indriani Siswati, juga hadir untuk memberikan perspektif praktisi mengenai komunikasi krisis, pengelolaan reputasi, dan strategi komunikasi organisasi.

Melalui kegiatan ini, FIKOM Unitomo berharap sinergi antara dunia akademik dan praktisi dapat melahirkan lulusan komunikasi yang kritis, adaptif, profesional, dan berintegritas.

Mahasiswa juga diharapkan semakin siap menghadapi tantangan di bidang jurnalistik dan hubungan masyarakat, sekaligus mampu menjaga kepercayaan publik di tengah perubahan arus informasi yang semakin cepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *