BeritaDaerahKesehatan

Sempat Diklaim Membaik, Pasien RS BHC Sumenep Kejang Usai Disuntik hingga Meninggal Dunia

1036
×

Sempat Diklaim Membaik, Pasien RS BHC Sumenep Kejang Usai Disuntik hingga Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
Video cekcok keluarga pasien dengan tenaga kesehatan di RS BHC Sumenep viral di akun TikTok @patah.tpi.kuat. (Foto: Tangkapan Layar TikTok).

SUMENEP, KLIKTIMES.ID – Seorang pasien di Rumah Sakit Baghraf Health Care (BHC) Sumenep, Jawa Timur, dilaporkan mengalami kejang setelah menerima suntikan sebelum akhirnya meninggal dunia. Peristiwa ini memicu protes keluarga yang mempertanyakan prosedur pemberian obat dan penanganan medis oleh tenaga kesehatan.

Kasus tersebut mencuat setelah video cekcok antara keluarga pasien dan seorang perawat beredar luas di media sosial. Video yang diunggah akun TikTok @patah.tpi.kuat itu memperlihatkan keluarga meminta penjelasan mengenai tindakan medis yang dilakukan terhadap pasien.

Berdasarkan narasi pemilik akun, kondisi pasien sebelumnya diklaim membaik, bahkan disebut telah mendapat izin dokter untuk menjalani rawat jalan. Namun, kondisi pasien dilaporkan memburuk secara mendadak setelah menerima suntikan dari perawat.

“Pas setelah disuntik langsung keluar busa sama liur banyak dan kejang-kejang,” ungkap pemilik akun saat menjawab pertanyaan warganet di kolom komentar, sebagaimana dilihat Kliktimes, Rabu (14/10/2026).

Keterangan tersebut memunculkan dugaan dari pihak keluarga mengenai kemungkinan kekeliruan dalam pemberian obat. Meski demikian, hubungan antara penyuntikan dan penyebab kematian pasien belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang beredar.

Dalam rekaman video, seorang pria yang diduga mewakili keluarga pasien juga mempertanyakan tindakan perawat ketika pasien mengalami muntah-muntah. Ia menuding perawat mematikan aliran infus dan meninggalkan pasien saat kondisinya memburuk.

“Mbak, dengan kondisi pasien muntah-muntah, infus dimatikan, lalu mbak tinggalkan? Pasien dalam keadaan muntah, mbak tinggalkan? Maksud mbak gimana jadi perawat? Ayo jawab!” ujar pria tersebut dengan nada tinggi.

Perawat yang mengenakan seragam biru dan kerudung abu-abu itu kemudian memberikan penjelasan dengan didampingi petugas keamanan. Dalam video tersebut, ia menyatakan bahwa pemberian obat dilakukan secara bertahap dan mengaku telah menjelaskan fungsi obat kepada pasien.

“Setiap saya ngasih obat, saya bilang kepada pasiennya, ini untuk penghilang muntahnya, sementara obat penghilang nyerinya saya masukkan terakhir,” tuturnya.

Informasi awal dalam unggahan tersebut menyebut pasien dijadwalkan menerima suntikan pereda nyeri lambung sekitar pukul 17.00 WIB. Namun, jenis dan dosis obat yang diberikan, serta prosedur penanganan pasien, masih memerlukan penjelasan lebih lanjut.

Keluarga menduga terdapat kekeliruan dalam pemberian obat atau dosis yang berkontribusi terhadap memburuknya kondisi pasien hingga meninggal dunia. Dugaan tersebut belum terverifikasi sehingga belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya kelalaian medis.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari manajemen RS BHC Sumenep mengenai kronologi penanganan pasien, jenis obat yang diberikan, maupun penyebab pasti kematian.

Penjelasan dari pihak rumah sakit diperlukan untuk memberikan kejelasan mengenai tindakan medis yang dilakukan. Penelusuran melalui rekam medis, keterangan tenaga kesehatan, serta pemeriksaan pihak berwenang juga penting untuk memastikan fakta dan menilai apakah terdapat pelanggaran prosedur dalam penanganan pasien.

Dugaan yang berkembang di media sosial perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan menyeluruh agar penyebab kejadian dapat diketahui secara objektif dan tidak hanya didasarkan pada informasi yang beredar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *