BeritaDaerah

H. Achmad Dorong Petani Jember Tingkatkan Produktivitas untuk Dukung MBG

29
×

H. Achmad Dorong Petani Jember Tingkatkan Produktivitas untuk Dukung MBG

Sebarkan artikel ini
H. Achmad Sudiyono, Tokoh masyarakat Jember. Foto/Ist.

JEMBER, KLIKTIMES.ID – Peringatan Hari Tani Nasional yang jatuh setiap 24 September menjadi momentum untuk mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas hasil pertanian, sekaligus memperkuat peran petani dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Tokoh masyarakat Jember, H. Achmad Sudiyono, mengatakan petani memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Karena itu, peningkatan produktivitas pertanian perlu terus didorong agar memberikan manfaat bagi ketahanan pangan sekaligus kesejahteraan petani.

“Hari Tani Nasional menjadi momentum untuk kita berterima kasih atas jasa dan peran petani bagi Bangsa Indonesia,” ujar H. Achmad, Kamis (24/9/2026).

Menurut pria yang akrab disapa H. Achmad tersebut, kerja keras petani dalam mengelola lahan dan menghasilkan berbagai komoditas, mulai padi, jagung, sayuran hingga produk pertanian lainnya, merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat.

Ia berharap peringatan Hari Tani Nasional tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat produktivitas, kualitas hasil pertanian, serta kesejahteraan petani.

H. Achmad yang juga menjabat Bupati LIRA Jember mengajak petani terus meningkatkan hasil produksi guna mendukung berbagai program pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kita berharap juga para petani bisa meningkatkan produktivitas dan kualitas produksi supaya bisa menyukseskan program unggulan Presiden Prabowo seperti MBG,” katanya.

Menurutnya, peningkatan produktivitas petani memiliki keterkaitan dengan kebutuhan bahan pangan untuk pelaksanaan MBG. Program berskala nasional tersebut membutuhkan pasokan pangan yang memadai, aman, berkualitas, dan berkelanjutan.

Selain memenuhi kebutuhan pangan, penguatan sektor pertanian juga dinilai dapat membuka peluang pasar bagi produk lokal. Dengan tata kelola pengadaan yang baik, produk pertanian dari petani dapat menjadi bagian dari rantai pasok pangan untuk mendukung pelaksanaan MBG.

Badan Gizi Nasional (BGN) juga menyebut pelaksanaan MBG dapat memberikan dampak ekonomi melalui keterlibatan petani, peternak, pelaku UMKM, serta pelaku usaha dalam rantai pasok pangan.

Owner SPPG Bintoro Jember itu menambahkan, peningkatan produktivitas dan kualitas hasil pertanian diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan petani.

“Petani harus terus didorong agar produktivitas dan kualitas hasil pertaniannya meningkat. Dengan begitu, bukan hanya kebutuhan pangan masyarakat yang semakin kuat, tetapi kesejahteraan petani juga dapat ikut meningkat,” ujarnya.

Ia menilai penguatan ketahanan pangan membutuhkan keterlibatan petani sebagai aktor utama sektor produksi. Dukungan terhadap akses pasar, kualitas hasil pertanian, serta kesinambungan rantai pasok juga menjadi bagian penting dalam upaya tersebut.

Terlebih, pemerintah melalui BGN terus memperkuat pelaksanaan MBG, termasuk kualitas layanan, keamanan pangan, validitas data, dan tata kelola program. Pada 2027, BGN menargetkan MBG menjangkau 72.464.886 penerima manfaat di seluruh Indonesia.

“Semoga Hari Tani Nasional menjadi penyemangat bagi seluruh petani untuk terus berkarya. Petani sejahtera, pangan kuat, dan masyarakat juga mendapatkan manfaat,” pungkas H. Achmad.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *