BeritaDaerahPendidikan

UIN Madura Gelar Konferensi Internasional Bahas Konseling Berbasis Kearifan Lokal

905
×

UIN Madura Gelar Konferensi Internasional Bahas Konseling Berbasis Kearifan Lokal

Sebarkan artikel ini
Peserta dan narasumber The 1st International Conference on Holistic Guidance and Counseling UIN Madura berfoto bersama secara virtual. Foto/Ist.

PAMEKASAN, KLIKTIMES.ID – Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Madura, menggelar konferensi internasional perdana bertajuk The 1st International Conference on Holistic Guidance and Counseling.

Konferensi dengan tema “Harmony of Local Wisdom, Indigenous Spirit, and Multicultural Compassion” itu digelar secara virtual melalui Zoom Meeting, Rabu (23/9/2026), mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.

Kegiatan tersebut menjadi forum akademik untuk mempertemukan kajian bimbingan dan konseling dengan berbagai persoalan sosial, budaya, spiritualitas, serta keragaman masyarakat.

Dalam konferensi tersebut, terdapat empat subtema yang dibahas. Yakni Spiritual and Transpersonal Guidance and Counseling, Guidance and Counseling in Religious Educational Environments, Indigenous and Multicultural Guidance and Counseling, serta School and Community Guidance and Counseling.

Keempat subtema itu memperluas pembahasan konseling, tidak hanya pada relasi antara konselor dan individu, tetapi juga pada lingkungan sosial dan budaya yang turut memengaruhi kehidupan seseorang.

Dekan FTIK UIN Madura, Prof Dr Siswanto M.Pd.I, dalam welcoming speech menekankan pentingnya mempertemukan kearifan lokal dengan pendekatan konseling holistik.

Menurutnya, kearifan lokal dapat menjadi sumber pengetahuan sosial yang relevan dalam memahami cara masyarakat membangun relasi, menghadapi persoalan, hingga menemukan makna kehidupan.

“Karena itu, konseling dapat berkembang sebagai praktik pendampingan yang menghargai konteks sosial dan kebudayaan setiap individu,” demikian gagasan yang disampaikan dalam forum tersebut.

Dimensi internasional konferensi diperkuat dengan kehadiran tiga keynote speakers. Mereka adalah Prof Dr Amirah Diniaty M.Pd., Kons. dari UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Indonesia; Mazita Ahmad Ph.D. dari Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia; serta Mohd Zuber M.Ed. dari Jamia Millia Islamia, New Delhi, India.

Para pembicara membahas sejumlah perspektif terkait konseling spiritual dan transpersonal, lingkungan pendidikan keagamaan, pendekatan indigenous dan multikultural, hingga layanan bimbingan dan konseling di sekolah serta masyarakat.

Selain menghadirkan pembicara internasional, konferensi tersebut juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempresentasikan paper sekaligus memperoleh informasi mengenai publikasi artikel ilmiah.

Berdasarkan panduan konferensi, artikel yang diterima berkesempatan dipublikasikan melalui Edu Consilium: Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam serta sejumlah jurnal di lingkungan UIN Madura.

Ketua Senat UIN Madura, Achmad Muhlis, turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya konferensi internasional perdana tersebut.

Menurutnya, forum tersebut dapat menjadi ruang untuk memperluas jejaring akademik sekaligus memperkenalkan pemikiran dan kearifan lokal kepada komunitas akademik internasional.

Konferensi ini juga menegaskan pentingnya layanan bimbingan dan konseling yang mampu merespons masyarakat yang plural dengan memperhatikan perbedaan identitas, tradisi, keyakinan, pengalaman, serta kondisi sosial.

Melalui forum tersebut, UIN Madura mendorong pengembangan kajian konseling yang lebih kontekstual dan berorientasi pada nilai, budaya, spiritualitas, serta kemanusiaan.

Rangkaian The 1st International Conference on Holistic Guidance and Counseling berlangsung dengan partisipasi peserta dari berbagai negara. Kegiatan ini sekaligus menjadi salah satu langkah UIN Madura dalam memperluas dialog akademik di tingkat internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *