BeritaDaerahPendidikan

42 Calon Santri Sudah Inden, MTs Kyai Mudrikah Kembang Kuning Sisakan 78 Kursi untuk 2029

887
×

42 Calon Santri Sudah Inden, MTs Kyai Mudrikah Kembang Kuning Sisakan 78 Kursi untuk 2029

Sebarkan artikel ini

PAMEKASAN, KLIKTIMES.ID – Kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan dapat datang jauh sebelum seorang anak benar-benar memasuki gerbang madrasah. Hal itu terlihat dari tingginya minat masyarakat terhadap MTs Kyai Mudrikah Kembang Kuning, Pamekasan.

Untuk penerimaan peserta didik tahun 2029, yang diperuntukkan bagi siswa SD/MI kelas 4, sebanyak 42 calon santri telah tercatat sebagai santri inden. Dari total kuota 120 seat, kini masih tersisa 78 seat.

Sementara untuk penerimaan tahun 2030, yang diperuntukkan bagi siswa SD/MI kelas 3, tercatat sebanyak 33 santri inden. Dari total kuota yang disediakan, masih tersedia 87 seat.

Direktur Utama IBS Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (PKMKK) Pamekasan, Prof. Dr. KH. Achmad Muhlis, mengatakan, jumlah santri inden tersebut bukan semata-mata angka yang harus dibanggakan. Menurutnya, kepercayaan masyarakat justru menjadi amanah besar bagi pengelola madrasah.

“Bagi pengelola, angka tersebut bukan alasan untuk berbangga secara berlebihan, melainkan sebuah pesan moral. Semakin awal kepercayaan datang, semakin panjang amanah yang harus dipersiapkan,” ujar Achmad Muhlis, Senin (31/8/2026).

Ketua Senat UIN Madura itu menegaskan, pendidikan bukan pekerjaan yang hasilnya hanya dapat dilihat dalam waktu singkat. Pendidikan merupakan proses panjang untuk mempersiapkan generasi yang akan menghadapi masa depan.

Menurutnya, anak-anak yang saat ini masih duduk di bangku kelas 3 dan 4 SD/MI kelak akan menghadapi dunia yang semakin kompleks, cepat, digital, dan penuh perubahan.

Karena itu, mempersiapkan pendidikan mereka tidak cukup hanya dengan menyediakan ruang kelas dan tenaga pengajar. Lebih dari itu, diperlukan ekosistem pendidikan yang mampu membentuk karakter, kecerdasan, spiritualitas, keterampilan, hingga kesiapan menghadapi perkembangan zaman.

Atas dasar tersebut, MTs Kyai Mudrikah Kembang Kuning menjadikan daftar santri inden sebagai amanah yang harus dijawab melalui peningkatan mutu pendidikan.

Kepercayaan yang diberikan masyarakat sejak dini, kata Achmad Muhlis, harus dibalas dengan pembelajaran yang berkualitas, pembentukan karakter yang kuat, pembinaan keagamaan yang mendalam, lingkungan pendidikan yang sehat, serta layanan pendidikan yang relevan dengan tantangan zaman.

“Madrasah tidak ingin sekadar menjadi tempat anak memperoleh pengetahuan. Madrasah harus menjadi ruang tempat ilmu bertemu dengan adab, kecerdasan bertemu dengan spiritualitas, kebebasan berpikir bertemu dengan tanggung jawab, dan kemajuan zaman tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman,” katanya.

Dia menambahkan, pendidikan sejati tidak hanya berbicara mengenai seberapa banyak pengetahuan yang dikuasai seorang anak. Namun, juga tentang bagaimana pengetahuan tersebut membentuk karakter dan kepribadian anak.

“Pendidikan yang sejati bukan hanya bertanya ‘apa yang diketahui seorang anak?’, tetapi juga ‘menjadi manusia seperti apakah ia setelah memperoleh pengetahuan itu?’” ujarnya.

Semangat tersebut kemudian dirumuskan dalam konsep “Sembilan Bintang” yang menjadi salah satu arah pengembangan ekosistem pendidikan di MTs Kyai Mudrikah Kembang Kuning.

Konsep tersebut terdiri atas tujuh pilar utama dan dua pilar penopang. Melalui konsep itu, berbagai aspek pendidikan, mulai dari akademik, karakter, keagamaan, keterampilan, kemandirian, literasi hingga kesiapan menghadapi perubahan zaman, dipadukan dalam satu visi pendidikan yang integral.

Bagi pengelola madrasah, kuota inden bukan sekadar persoalan jumlah kursi yang sudah terisi maupun yang masih tersedia. Angka tersebut menjadi cermin ekspektasi masyarakat terhadap masa depan lembaga pendidikan.

Karena itu, capaian tersebut justru menjadi pemantik evaluasi bagi pengelola. Pertanyaan yang harus dijawab bukan hanya berapa banyak calon santri yang telah mendaftar, tetapi apakah mutu pendidikan yang dipersiapkan saat ini mampu menjawab kebutuhan generasi mendatang.

“Lembaga pendidikan yang sehat bukanlah lembaga yang merasa telah selesai ketika mendapatkan kepercayaan, tetapi lembaga yang menjadikan kepercayaan itu sebagai alasan untuk terus belajar, berbenah, berinovasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan,” tuturnya.

Dengan demikian, 78 seat yang masih tersedia untuk penerimaan 2029 dan 87 seat untuk penerimaan 2030 bukan sekadar angka dalam daftar kuota.

Di balik kursi-kursi tersebut terdapat harapan orang tua, ikhtiar pengelola, serta masa depan anak-anak yang akan menjadi bagian dari perjalanan MTs Kyai Mudrikah Kembang Kuning.

“Karena pendidikan bukan tentang seberapa cepat kita memenuhi kursi, melainkan seberapa sungguh kita mempersiapkan manusia yang kelak duduk di dalamnya. Setiap kepercayaan yang datang lebih awal adalah amanah untuk menghadirkan pendidikan yang semakin bermutu, berkeadilan, berkarakter, religius, dan relevan dengan zaman,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *