BeritaDaerahEkonomi

MNV 2026 Jadi Panggung Perempuan Sumenep, Nia Dorong UMKM Naik Kelas

890
×

MNV 2026 Jadi Panggung Perempuan Sumenep, Nia Dorong UMKM Naik Kelas

Sebarkan artikel ini
Ketua TP PKK Sumenep Nia Kurnia Fauzi saat mengunjungi stan UMKM perempuan dalam gelaran MNV 2026 di GOR A. Yani Pangligur. Foto/Ist.

SUMENEP, KLIKTIMES.ID – Perempuan tidak hanya menjadi bagian dari geliat UMKM dalam Madura Night Vaganza (MNV) 2026. Lebih dari itu, mereka didorong menjadi kekuatan baru dalam menggerakkan ekonomi keluarga melalui usaha dan kreativitas yang dikembangkan.

Pesan tersebut disampaikan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sumenep, Nia Kurnia Fauzi, saat mengunjungi stan pelaku UMKM dalam gelaran MNV 2026 di GOR A. Yani Pangligur, Senin (31/8/2026).

Menurut Nia, pemberdayaan perempuan tidak boleh berhenti pada peningkatan keterampilan. Perempuan juga harus memiliki ruang untuk mengembangkan kemampuan tersebut menjadi kekuatan ekonomi yang nyata.

“Pemberdayaan perempuan selain berkaitan dengan peningkatan kapasitas dan keterampilan, juga bagaimana perempuan memiliki ruang untuk mengembangkan potensi ekonomi secara mandiri,” kata Nia.

Ia melihat perkembangan UMKM dan ekonomi kreatif semakin membuka peluang bagi perempuan untuk mengambil peran dalam perekonomian.

Berbagai sektor, mulai kuliner, kerajinan, fesyen hingga produk kreatif berbasis potensi lokal, menjadi ruang bagi perempuan untuk mengubah kreativitas menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi.

Menurut Nia, kondisi tersebut menunjukkan bahwa perempuan bukan hanya memiliki peran penting dalam keluarga, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi di lingkungan sekitarnya.

“Madura Night Vaganza sebagai salah satu ruang bagi perempuan untuk menunjukkan kreativitas dan kemampuan mereka, terutama melalui pengembangan UMKM serta sektor ekonomi kreatif,” ujarnya.

Nia menegaskan, penguatan UMKM perempuan harus diarahkan pada peningkatan kesejahteraan keluarga. Ketika perempuan mampu mengembangkan usaha secara mandiri, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga dapat berdampak terhadap keluarga dan lingkungan sekitar.

Karena itu, ia mendorong agar pelaku UMKM perempuan tidak berhenti hanya pada kemampuan menghasilkan produk. Mereka perlu mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran, membangun merek, hingga memanfaatkan teknologi digital.

“Kami mendorong bukan hanya produk perempuan bisa tampil dan dikenal masyarakat, tetapi bagaimana mereka mampu naik kelas, memperluas pasar, meningkatkan kualitas produk, dan memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran produknya,” jelasnya.

Menurut Nia, kemampuan memanfaatkan teknologi digital menjadi penting agar produk UMKM perempuan memiliki kesempatan menjangkau konsumen yang lebih luas.

Nia berharap MNV dapat terus dikembangkan sehingga manfaatnya tidak berhenti ketika rangkaian acara selesai. Ia ingin MNV menjadi ruang yang mampu mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen, membangun jejaring, sekaligus membuka akses terhadap pasar baru.

Bagi Nia, keberhasilan sebuah event tidak cukup diukur dari banyaknya pengunjung atau meriahnya acara. Lebih dari itu, keberhasilan harus dilihat dari seberapa jauh kegiatan tersebut mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pelaku usaha.

“MNV tidak berhenti sebagai sebuah event, tetapi bagian dari gerakan bersama untuk mendorong perempuan semakin mandiri, kreatif, produktif, dan berdaya secara ekonomi,” pungkas Nia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *