Berita

IKAJO Sulawesi Selatan Kukuhkan 9 Presidium, Miftahul Awal Rahman Jadi Figur Termuda

253
×

IKAJO Sulawesi Selatan Kukuhkan 9 Presidium, Miftahul Awal Rahman Jadi Figur Termuda

Sebarkan artikel ini
Miftahul Awal Rahman (Songkir) dikukuhkan sebagai salah satu Presidium IKAJO Sulawesi Selatan dalam Reuni Akbar IKAJO Sulsel di Wisma Kagama UGM, Yogyakarta. Foto/Kliktimes.

YOGYAKARTA, KLIKTIMES.ID – IKAJO Sulawesi Selatan resmi mengukuhkan sembilan presidium baru dalam rangkaian Reuni Akbar dan Pengukuhan Pengurus yang digelar di Wisma Kagama Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Jumat (3/7/2026).

Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Miftahul Awal Rahman atau Songkir yang dipercaya menjadi figur termuda dalam kepemimpinan kolektif organisasi.

Pengukuhan kepengurusan dilakukan langsung oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X. IKAJO Sulsel merupakan organisasi yang mewadahi alumni asal Sulawesi Selatan yang pernah menempuh pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kepercayaan yang diberikan kepada Miftahul dinilai menjadi wujud komitmen IKAJO Sulsel dalam mendorong regenerasi kepemimpinan melalui kolaborasi antara generasi muda dan para alumni senior.

Ketua IKAMI Sulawesi Selatan Yogyakarta, Gerry Marastico, mengapresiasi komposisi kepengurusan yang memberi ruang bagi generasi muda untuk terlibat dalam jajaran presidium.

“”Kehadiran generasi muda di jajaran presidium menjadi langkah positif dalam regenerasi organisasi. Ini menunjukkan komitmen IKAJO Sulsel memberi ruang bagi kader muda untuk belajar, berkontribusi, dan berkolaborasi dengan para senior demi memperkuat sinergi antargenerasi,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Demisioner Ketua Forum Komunikasi Mahasiswa Bone Yogyakarta, Muh. Fajar Irfan. Menurutnya, keterwakilan generasi muda menjadi modal penting untuk memperkuat persatuan alumni lintas angkatan.

“IKAJO Sulsel adalah rumah besar seluruh alumni yang harus mampu merangkul semua lintas angkatan. Kehadiran generasi muda di jajaran presidium diharapkan mempererat komunikasi antargenerasi, memperkuat kolaborasi, dan menjadikan organisasi semakin inklusif,” katanya.

Sementara itu, Miftahul mengaku amanah tersebut merupakan kepercayaan besar yang tidak pernah dibayangkannya. Meski merasa masih banyak senior yang lebih berpengalaman dan memiliki kapasitas lebih, ia memilih menerima amanah tersebut sebagai bentuk pengabdian kepada organisasi.

“Sejujurnya saya merasa belum layak berada di posisi ini. Masih banyak senior yang memiliki pengalaman, kapasitas, dan dedikasi yang jauh lebih besar daripada saya. Namun ketika ini menjadi panggilan untuk mengabdi kepada rumah besar kita, IKAJO Sulsel, maka tidak ada alasan bagi saya untuk menolak,” ujarnya.

Ia menegaskan posisi yang diembannya bukan sekadar jabatan, melainkan amanah untuk menjaga keberlanjutan organisasi sekaligus memperkuat kolaborasi antargenerasi.

“Saya berterima kasih atas kepercayaan para senior. Amanah ini menjadi kesempatan untuk belajar, memperkuat kolaborasi, dan menjembatani generasi muda dengan para senior demi kemajuan IKAJO Sulsel serta kontribusi bagi Sulawesi Selatan dan Indonesia,” tuturnya.

Pengukuhan pengurus IKAJO Sulsel menjadi puncak Reuni Akbar yang dihadiri ratusan alumni dari berbagai generasi. Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi dan memperluas kolaborasi alumni untuk mendukung pembangunan Sulawesi Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *