BeritaHiburanNasional

Dukung FOUFO, Achsanul Qosasi Ingin Madura Dikenal karena Martabat, Bukan Stereotip

2771
×

Dukung FOUFO, Achsanul Qosasi Ingin Madura Dikenal karena Martabat, Bukan Stereotip

Sebarkan artikel ini
Tokoh Madura Achsanul Qosasi berfoto bersama jajaran pemain dan tim produksi film FOUFO seusai Gala Premiere di Epicentrum, Jakarta. Foto/Kliktimes.

JAKARTA, KLIKTIMES.ID – Tokoh Madura sekaligus Presiden Madura United, Achsanul Qosasi, memberikan apresiasi terhadap film FOUFO yang dinilainya menjadi tonggak baru dalam menghadirkan identitas dan budaya Madura di industri perfilman nasional.

Hal itu disampaikan Achsanul usai menghadiri Gala Premiere FOUFO di Epicentrum, Jakarta, Sabtu (4/7/2026). Menurutnya, film garapan sutradara Bayu Skak tersebut tidak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga membuka ruang yang lebih luas bagi budaya Madura untuk tampil sebagai bagian utama dalam sinema Indonesia.

Film bergenre komedi fiksi ilmiah tersebut mengangkat budaya Madura sebagai inti cerita. Sekitar 70 persen dialog menggunakan bahasa Madura, sementara mayoritas pemainnya merupakan talenta asli Madura yang terpilih melalui proses open casting di Surabaya Utara yang diikuti sekitar 2.500 peserta.

FOUFO mengisahkan Muslim, seorang pengepul rongsok di Kampung Rombeng yang berjuang mengumpulkan biaya keberangkatan haji ibunya. Kehidupannya berubah setelah menemukan seekor alien kecil bernama Foufo di reruntuhan UFO.

Achsanul menilai penggunaan bahasa Madura sebagai bahasa utama dalam film menjadi langkah penting untuk memperkenalkan identitas budaya Madura kepada masyarakat luas.

“Malam ini layar bercerita tentang kita. FOUFO menaruh bahasa Madura di jantung film nasional, bukan tempelan, bukan bumbu, melainkan denyut utama cerita. Untuk pertama kalinya, anak-anak Madura mendengar bahasa ibunya berbicara dari layar bioskop dengan bangga,” ujar Achsanul.

Dalam kesempatan itu, Achsanul juga mengapresiasi dukungan Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, yang dinilainya telah memberikan perhatian sejak awal proses produksi film tersebut.

Menurutnya, dukungan pemerintah menjadi bukti bahwa karya kreatif dari daerah memiliki peluang untuk berkembang dan memperoleh panggung di tingkat nasional.

“Terima kasih kepada Pak Menteri Teuku Riefky Harsya atas dukungan yang nyata. Ini bukti bahwa negara hadir ketika daerah berkarya. Dan ini baru awal. Dari satu film akan lahir film-film lain, dari satu keberanian akan tumbuh keberanian yang lain. FOUFO membuka pintu, dan tugas kita menjaga pintu itu tetap terbuka,” katanya.

Achsanul juga menilai FOUFO berhasil memadukan unsur hiburan dengan pesan sosial yang kuat. Menurutnya, isu kemiskinan, bakti kepada orang tua, dan nilai keimanan dikemas dalam balutan komedi yang ringan tanpa mengurangi makna cerita.

“FOUFO adalah komedi yang dibumbui substansi. Suatu hari nanti, kita berharap lahir karya sebaliknya, substansi yang dibumbui komedi. Karena tertawa dan berpikir tidak pernah bertentangan. Keduanya bisa berjalan beriringan di dalam satu cerita,” ujarnya.

Lebih jauh, Achsanul berharap FOUFO menjadi awal lahirnya lebih banyak film yang mengangkat beragam wajah Madura. Selama ini, menurutnya, Madura masih kerap dipandang melalui stereotip tertentu, padahal memiliki banyak tokoh, budaya, dan kisah inspiratif yang layak diangkat ke layar lebar.

“Madura bukan hanya besi tua dan sate. Ada pengusaha Madura, ada kiai Madura, ada pahlawan-pahlawan dari Madura yang layak diceritakan. Semua wajah itu menunggu gilirannya untuk hadir di layar. FOUFO adalah pembuka jalan, bukan titik akhir,” tegasnya.

Sebagai Presiden Madura United, Achsanul mengaku melihat semangat yang sama antara dunia perfilman dan sepak bola, yakni kerja keras, loyalitas, serta tekad untuk menunjukkan potensi Madura kepada Indonesia.

Ia berharap kehadiran FOUFO mampu menjadi jembatan yang memperkenalkan Madura dari sisi yang lebih positif dan bermartabat.

“Di atas segalanya, semoga film ini membawa Madura naik kelas, dikenal bukan karena stereotipnya, tetapi karena martabatnya. Dari Madura, untuk Indonesia,” tukasnya.

Sebagai informasi, FOUFO diproduksi oleh Skak Studios bersama SinemArt dan dibintangi Tretan Muslim, Bayu Skak, Habib Ja’far, Inayah Wahid, Benidictus Siregar, Fuad Sasmita, Mieke Shahir, Siti Kamariyah, serta Ade Kurniawan sebagai pengisi suara karakter Foufo. Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 9 Juli 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *