BeritaDaerah

DPD Tani Merdeka Pamekasan Minta Pemerintah Kawal Harga Tembakau 2026

31
×

DPD Tani Merdeka Pamekasan Minta Pemerintah Kawal Harga Tembakau 2026

Sebarkan artikel ini
Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Pamekasan, Basri. Foto/Dy.

PAMEKASAN | KLIKTIMES.ID – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Pamekasan meminta pemerintah hadir lebih serius dalam melindungi nasib petani tembakau Madura menjelang musim tanam tembakau 2026.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Pamekasan, Basri, mengatakan hingga saat ini para petani masih berharap adanya kepastian harga serta sistem pembelian tembakau yang adil ketika masa panen tiba.

Menurutnya, pemerintah perlu memastikan tata niaga tembakau berjalan sesuai aturan agar petani tidak kembali dirugikan akibat permainan harga maupun sistem grading yang dinilai kerap tidak transparan.

“Kami berharap pemerintah benar-benar mengawal pembelian tembakau tahun 2026 agar berpihak kepada masyarakat petani,” ujar Basri, Selasa (12/5/2026).

Ia menegaskan, keberadaan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Penatausahaan Tembakau seharusnya menjadi acuan utama dalam proses pembelian, penentuan kualitas, hingga penetapan harga tembakau di lapangan.

Menurut Basri, regulasi tersebut dibuat untuk memberikan perlindungan kepada petani agar hasil panen mereka dihargai sesuai kualitas yang dihasilkan.

“Jangan sampai petani sudah mengeluarkan biaya besar saat tanam, tetapi ketika panen harga justru tidak sesuai dan merugikan petani,” tegasnya.

Selain persoalan harga, pihaknya juga menyoroti masih minimnya infrastruktur pertanian di sejumlah wilayah Madura, khususnya terkait kebutuhan air saat musim tanam.

Keterbatasan sumber air dan sarana pertanian disebut masih menjadi persoalan utama yang dihadapi petani tembakau setiap tahun.

“Kami berharap ada bantuan nyata seperti sumur bor dan irigasi untuk membantu kebutuhan air para petani tembakau, karena banyak daerah pertanian di Madura yang mengalami kekeringan,” jelasnya.

Tak hanya kepada pemerintah, Basri juga mengingatkan para pengusaha tembakau agar menjalankan proses pembelian secara profesional dan tidak merugikan petani kecil.

Menurutnya, petani memiliki peran penting dalam rantai ekonomi tembakau dan sudah sepatutnya mendapatkan perlindungan serta perlakuan yang adil.

“Petani harus tetap dibela dan diperjuangkan hak-haknya, termasuk petani tembakau yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *