BeritaDaerahPendidikan

KKN UIN Madura dan Elysia Pamekasan Kolaborasi Kembangkan Alpukat Jadi Produk Pangan dan Kecantikan

264
×

KKN UIN Madura dan Elysia Pamekasan Kolaborasi Kembangkan Alpukat Jadi Produk Pangan dan Kecantikan

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa KKN Reguler Posko 10 UIN Madura bersama pemerintah desa, masyarakat, dan tim Elysia Pamekasan usai seminar inovasi pengolahan alpukat di Desa Tlagah, Pamekasan. Foto/Kliktimes.

PAMEKASAN, KLIKTIMES.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Posko 10 Universitas Islam Negeri (UIN) Madura berkolaborasi dengan Elysia Pamekasan menggelar seminar inovasi pengolahan potensi lokal di Desa Tlagah, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan.

Kegiatan yang digelar pada 15 Agustus 2026 tersebut mengangkat tema “Menggali Potensi Desa Melalui Inovasi Pengolahan Alpukat Menjadi Puding Alpukat sebagai Produk Unggulan UMKM Desa Tlagah.”

Seminar ini diikuti Kepala Desa Tlagah beserta perangkat desa, tokoh masyarakat, pelaku UMKM, serta masyarakat setempat. Tim Elysia Pamekasan juga hadir sebagai mitra kolaborasi dalam mendorong pemanfaatan alpukat tidak hanya sebagai komoditas pangan, tetapi juga sebagai bahan potensial dalam produk kecantikan dan perawatan kulit.

Kegiatan tersebut menghadirkan Zainullah, M.E., dosen sekaligus pengusaha yang dikenal sebagai Owner Kedai Kak Zain, Owner Rumah Kriyuk, Owner Toko Zain Barokah, serta Konsultan Industrial Entrepreneurship Jawa Timur.

Melalui pengalaman akademik dan dunia usaha yang dimilikinya, Zainullah memberikan wawasan kepada masyarakat mengenai pentingnya inovasi, kreativitas, serta keberanian dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal.

Koordinator Desa KKN Posko 10 UIN Madura, Royhanul Hakim, mengatakan Desa Tlagah memiliki potensi pertanian yang cukup besar. Alpukat dan durian menjadi salah satu komoditas yang selama ini dikenal memiliki kualitas baik dan berpeluang dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar memperkenalkan cara mengolah alpukat menjadi puding. Lebih dari itu, mahasiswa KKN ingin mendorong perubahan pola pikir masyarakat agar mampu melihat peluang ekonomi di balik potensi yang tersedia di desa.

“Desa Tlagah memiliki potensi yang besar, terutama dari hasil pertanian seperti alpukat dan durian yang kualitasnya sangat baik. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat melihat bahwa hasil pertanian tidak hanya bisa dijual sebagai buah segar, tetapi juga dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi, seperti puding alpukat,” kata Royhanul.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat membuka wawasan masyarakat untuk lebih berani berinovasi serta mengembangkan potensi desa menjadi produk yang kreatif dan memiliki daya saing.

Royhanul menambahkan, potensi pertanian yang melimpah belum tentu memberikan dampak ekonomi maksimal apabila hanya dijual dalam bentuk bahan mentah. Karena itu, diperlukan inovasi dan perubahan pola pikir agar hasil pertanian dapat diolah menjadi produk dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Kolaborasi dengan Elysia Pamekasan menjadi salah satu bagian menarik dalam kegiatan tersebut. Melalui kolaborasi itu, masyarakat diperkenalkan pada perspektif lain mengenai pemanfaatan alpukat, khususnya dalam bidang kecantikan dan perawatan kulit.

Alpukat selama ini dikenal sebagai buah yang memiliki kandungan nutrisi dan kerap dimanfaatkan dalam berbagai produk perawatan. Potensi tersebut membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan komoditas yang sama ke dalam sektor usaha yang lebih beragam.

Dengan demikian, alpukat tidak hanya dipandang sebagai komoditas konsumsi, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi bagi pengembangan usaha di bidang kuliner maupun kecantikan.

Dalam pemaparannya, Zainullah, M.E. menekankan pentingnya kemampuan membaca peluang yang ada di sekitar. Menurutnya, desa memiliki kekuatan ekonomi apabila mampu mengembangkan produk yang bersumber dari potensi lokal.

Produk yang memiliki keunikan, ciri khas, serta didukung inovasi dinilai memiliki peluang lebih besar untuk dikenal dan bersaing di pasar.

Antusiasme masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung. Peserta aktif berdiskusi dan menyampaikan berbagai pertanyaan, mulai dari proses pengolahan produk, strategi pemasaran, hingga peluang pengembangan usaha berbasis alpukat.

Respons tersebut menunjukkan adanya ketertarikan masyarakat untuk mengembangkan potensi lokal yang selama ini dimiliki agar dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar.

Melalui seminar tersebut, Mahasiswa KKN Reguler Posko 10 UIN Madura berharap tumbuh semangat baru di tengah masyarakat Desa Tlagah untuk terus berinovasi dan mengoptimalkan potensi lokal.

Kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran bahwa kemajuan desa tidak hanya bergantung pada melimpahnya sumber daya alam, tetapi juga pada kemampuan masyarakat mengolah dan mengembangkan sumber daya tersebut menjadi produk bernilai ekonomi.

Kolaborasi antara mahasiswa KKN, pemerintah desa, masyarakat, akademisi, pelaku usaha, dan Elysia Pamekasan diharapkan dapat membuka peluang lahirnya berbagai produk unggulan dari Desa Tlagah.

Dengan inovasi tersebut, Desa Tlagah diharapkan tidak hanya dikenal sebagai penghasil alpukat dan durian, tetapi juga mampu mengolah potensi tersebut menjadi produk kreatif yang memiliki nilai tambah sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *