BeritaDaerahEkonomi

Investor Cina Masuk Bangkalan, Tokoh Masyarakat Dorong Industri Jadi Penggerak Ekonomi

46
×

Investor Cina Masuk Bangkalan, Tokoh Masyarakat Dorong Industri Jadi Penggerak Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Salam, KH Imron Abdul Fattah. Foto/Ist.

BANGKALAN,KLIKTIMESID – Rencana masuknya investasi perusahaan asal China ke Kabupaten Bangkalan dinilai menjadi peluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Salah satu tokoh masyarakat Bangkalan yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Salam, KH Imron Abdul Fattah, menyambut positif rencana tersebut. Ia menilai kehadiran industri baru dapat menjadi momentum bagi Bangkalan untuk keluar dari persoalan minimnya investasi dan terbatasnya kesempatan kerja.

Menurut Kiai Imron, keberadaan Jembatan Suramadu selama belasan tahun belum sepenuhnya mampu memberikan dampak ekonomi yang optimal bagi masyarakat Madura. Karena itu, diperlukan investasi yang benar-benar mampu menggerakkan sektor ekonomi sekaligus menyerap tenaga kerja lokal.

“Kalau ada perusahaan yang ingin berinvestasi dan membangun industri di Bangkalan, tentu ini harus kita lihat sebagai sebuah peluang. Jangan sampai kesempatan untuk membuka lapangan pekerjaan justru kita tolak,” ujarnya.

Ia berharap rencana pengembangan industri asal Tiongkok di kawasan Wiraraja Madura Industrial Park dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Terlebih, industri dengan kebutuhan tenaga kerja yang besar dinilai berpotensi membuka kesempatan kerja bagi warga sekitar.

Bagi Kiai Imron, meningkatnya investasi bukan hanya berkaitan dengan pembangunan kawasan industri. Lebih dari itu, kehadiran perusahaan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui terbukanya pekerjaan dengan penghasilan yang layak.

Karena itu, ia mendorong seluruh pihak untuk melihat rencana investasi tersebut secara objektif dan mengutamakan kemanfaatannya bagi masyarakat.

“Ini kesempatan besar bagi Bangkalan. Kalau tujuannya membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tentu harus kita dukung,” katanya.

Meski demikian, Kiai Imron mengingatkan agar perkembangan industri tetap berjalan beriringan dengan pelestarian nilai-nilai lokal. Menurutnya, kemajuan ekonomi tidak boleh membuat masyarakat Bangkalan kehilangan karakter dan kearifan lokal Madura.

Ia berharap pemerintah dan masyarakat dapat bersama-sama menjaga keseimbangan antara pembangunan industri dengan keberadaan budaya lokal.

“Yang perlu kita jaga adalah bagaimana pembangunan tetap berjalan, tetapi nilai-nilai kearifan lokal dan keberadaan masyarakat Madura juga tetap terpelihara,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *