BeritaDaerah

Bawaslu Kota Mojokerto Gencarkan Edukasi Pemilu, Sasar Pemilih Pemula

25
×

Bawaslu Kota Mojokerto Gencarkan Edukasi Pemilu, Sasar Pemilih Pemula

Sebarkan artikel ini
Dian pratmawati Ketua Bawaslu kota Mojokerto. Foto/kliktimes.id

MOJOKERTO, KLIKTIMESID – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Mojokerto terus menggencarkan sosialisasi kepemiluan kepada pemilih pemula. Edukasi tersebut salah satunya dilakukan di SMAN 3 Kota Mojokerto, bertepatan dengan pelaksanaan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa (Pemilos).

Kegiatan ini menjadi momentum bagi Bawaslu untuk mengenalkan nilai-nilai demokrasi, pentingnya menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab, serta kesadaran terhadap berbagai potensi pelanggaran pemilu kepada generasi muda.

Ketua Bawaslu Kota Mojokerto, Dian Pratmawati, mengatakan pemilih pemula memiliki posisi penting dalam menentukan kualitas demokrasi ke depan. Karena itu, pendidikan kepemiluan perlu diberikan sejak dini.

“Kita turun ke sekolah untuk memberikan pemahaman kepada pemilih pemula agar mereka tidak hanya mengetahui bagaimana menggunakan hak pilih, tetapi juga memahami pentingnya menjaga demokrasi dari berbagai bentuk pelanggaran. Generasi muda harus menjadi agen perubahan yang mampu melawan politik uang, sekaligus bijak dalam menyikapi informasi di media sosial, termasuk hoaks dan kampanye hitam,” ujar Dian.

Menurutnya, kegiatan Pemilos dapat menjadi sarana pembelajaran demokrasi secara langsung bagi para siswa. Mereka tidak hanya belajar menentukan pilihan, tetapi juga memahami proses pemilihan yang jujur, adil, dan bertanggung jawab.

Bawaslu juga mendorong pemilih pemula agar tidak bersikap apatis terhadap proses demokrasi. Generasi muda diharapkan mampu menjadi pemilih yang kritis, rasional, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

Melalui sosialisasi tersebut, Bawaslu Kota Mojokerto berharap kesadaran pengawasan partisipatif dapat tumbuh di kalangan generasi muda.

Pemilos pun menjadi salah satu ruang awal bagi para siswa untuk mengenal praktik demokrasi sebelum nantinya mereka menggunakan hak pilih dalam Pemilu maupun Pilkada.

Bagi Bawaslu, pendidikan demokrasi tidak hanya sebatas mengajarkan cara mencoblos, tetapi juga membangun karakter pemilih yang berintegritas, menghormati perbedaan pilihan, serta berani menolak politik uang, hoaks, dan berbagai bentuk kecurangan dalam proses demokrasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *