JAKARTA | KLIKTIMES.ID – Anggota DPR RI Fraksi PAN, Slamet Ariyadi, bergerak cepat merespons insiden perusakan Warung Madura di kawasan Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat. Ia meminta semua pihak menahan diri dan tidak terprovokasi agar situasi tetap kondusif di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap kasus tersebut.
Slamet menegaskan, tindakan perusakan terhadap usaha milik rakyat kecil tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun. Menurutnya, aksi tersebut bukan hanya menimbulkan kerugian ekonomi bagi korban, tetapi juga berpotensi memicu ketegangan sosial di tengah masyarakat.
“Warung Madura adalah usaha rakyat yang harus dilindungi bersama. Jangan sampai masyarakat kecil justru menjadi korban,” ujar Slamet, Rabu (6/5/2026).
Politikus PAN itu juga menyoroti serius dugaan keterlibatan oknum prajurit dalam peristiwa tersebut. Ia mengaku telah berkoordinasi langsung dengan Panglima TNI untuk memastikan proses penanganan kasus berjalan transparan dan tidak ditutup-tutupi.
Slamet menekankan pentingnya penegakan hukum tanpa pandang bulu apabila dugaan tersebut terbukti. Ia menilai tidak boleh ada ruang impunitas dalam kasus yang menyangkut tindakan kekerasan terhadap warga sipil, khususnya pelaku usaha kecil.
“Negara tidak boleh kalah dengan tindakan yang merugikan rakyat kecil. Kalau memang ada keterlibatan oknum, proses hukum harus berjalan tanpa pengecualian,” tegasnya.
Di sisi lain, Ketua Paguyuban Warung Madura asal Sumenep, H. Abdul Hadi, mengecam keras insiden perusakan tersebut. Ia menyebut kejadian itu telah menimbulkan keresahan di kalangan pedagang kecil yang selama ini menggantungkan hidup dari usaha warung rakyat.
Abdul Hadi juga menyampaikan pihaknya telah berkomunikasi dengan Slamet Ariyadi untuk mengawal kasus ini hingga tuntas. Ia menilai perlindungan terhadap pelaku usaha kecil harus menjadi perhatian serius, terutama ketika mereka menjadi korban kekerasan.
Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat, Donny Pramono, menegaskan bahwa TNI tidak akan menutup-nutupi proses hukum apabila ada prajurit yang terbukti melanggar aturan.
Ia memastikan, Sertu AW akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku jika hasil pemeriksaan membuktikan keterlibatannya dalam insiden tersebut.
“Setiap prajurit yang melakukan pelanggaran akan ditindak sesuai aturan tanpa pandang bulu,” ujarnya. (*)












