BeritaDaerah

Kesal Jalan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Kapedi Patungan Tambal Jalan Kabupaten

1024
×

Kesal Jalan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Kapedi Patungan Tambal Jalan Kabupaten

Sebarkan artikel ini
Warga Kapedi patungan menambal jalan kabupaten yang rusak. Aksi tersebut disertai pemasangan banner bertuliskan, "Amal Perbaikan Jalan Kabupaten, Karena Bupatinya Lagi Sakit.". Foto/Kliktimes.

SUMENEP, KLIKTIMES.ID – Kesal karena ruas jalan kabupaten tak kunjung diperbaiki, warga Dusun Aeng Pa’ak dan Dusun Sareng, Desa Kapedi, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, bergotong royong menambal jalan yang rusak secara swadaya, Rabu (8/7/2026).

Perbaikan dilakukan menggunakan dana hasil urunan warga dan sumbangan sukarela dari para pengendara yang melintas. Langkah itu diambil karena kondisi jalan yang rusak telah berlangsung cukup lama dan dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan serta menghambat aktivitas masyarakat.

Di lokasi kegiatan, warga juga memasang banner bertuliskan, “Amal Perbaikan Jalan Kabupaten, Karena Bupatinya Lagi Sakit.” Banner tersebut menarik perhatian para pengguna jalan.

Bagi warga, tulisan itu merupakan bentuk kritik sekaligus ungkapan kekecewaan lantaran jalan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah hingga kini belum juga diperbaiki.

Salah seorang warga setempat, Nurul Huda, mengatakan aksi gotong royong merupakan bentuk kepedulian masyarakat agar kondisi jalan tidak semakin membahayakan pengguna.

“Jalan ini setiap hari dilalui masyarakat. Kami khawatir kerusakan yang terus dibiarkan akan memakan korban, sehingga warga berinisiatif bergotong royong dan menggalang dana agar jalan lebih aman dilalui,” kata Huda, Rabu (8/7/2026).

Menurutnya, tulisan pada banner bukan ditujukan untuk menyerang pribadi siapa pun. Banner tersebut merupakan simbol keresahan warga sekaligus harapan agar pemerintah segera merespons keluhan terkait kerusakan jalan.

Huda mengungkapkan, masyarakat sebenarnya sudah berulang kali menyampaikan keluhan, namun hingga kini belum ada perbaikan yang dirasakan. Karena itu, warga memilih bergotong royong sebagai langkah darurat sambil menunggu perhatian dari pemerintah.

“Ini bukan karena kami ingin mengambil alih tugas pemerintah. Kami hanya tidak ingin kerusakan jalan ini terus memakan korban. Kalau kami tidak bergerak, kami khawatir kondisinya akan semakin parah,” ujarnya.

Ia berharap aksi swadaya yang dilakukan warga dapat menjadi pengingat bagi pemerintah daerah agar segera melakukan perbaikan secara permanen.

“Harapan kami, pemerintah segera memperbaiki jalan ini secara permanen. Gotong royong hanyalah solusi sementara, sedangkan perbaikan jalan kabupaten tetap menjadi tanggung jawab pemerintah,” harapnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Kliktimes masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sumenep untuk memperoleh tanggapan terkait kondisi jalan tersebut serta rencana penanganan yang akan dilakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *