BeritaNasional

Kemnaker Gandeng Industri dan BNSP, MagangHub 2026 Makin Siap Cetak Tenaga Kerja Kompeten

903
×

Kemnaker Gandeng Industri dan BNSP, MagangHub 2026 Makin Siap Cetak Tenaga Kerja Kompeten

Sebarkan artikel ini
Menaker Yassierli memaparkan penguatan Program MagangHub 2026 dalam Raker bersama Komisi IX DPR RI. Foto/Setneg.

JAKARTA, KLIKTIMES.ID – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperkuat Program Magang Nasional (MagangHub) pada 2026 dengan menggandeng Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) serta Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Langkah ini ditempuh untuk meningkatkan kompetensi lulusan sekaligus memperbesar peluang mereka terserap di dunia kerja.

Penguatan program tersebut disampaikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli saat menghadiri Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI dan BNSP di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2026).

Menurut Yassierli, pemerintah tengah membenahi tata kelola MagangHub melalui penyusunan kurikulum yang selaras dengan kebutuhan industri, peningkatan kualitas pembimbing (mentor), serta evaluasi yang lebih ketat terhadap perusahaan penyelenggara magang.

“Kami akan melakukan penguatan tata kelola MagangHub melalui kurikulum berbasis kebutuhan industri, standarisasi kualitas pembimbing (mentor), dan evaluasi ketat terhadap perusahaan penyelenggara,” ujar Yassierli.

Tak hanya itu, Kemnaker juga memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi, hingga pelaku usaha dan industri. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem pemagangan yang lebih transparan, akuntabel, dan efektif.

Untuk menjamin kualitas pelaksanaan program, pemerintah akan meningkatkan fungsi pengawasan dan pembinaan terhadap seluruh penyelenggara MagangHub. Langkah ini dilakukan agar setiap peserta memperoleh perlindungan hak sekaligus pengalaman kerja yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Dalam rapat tersebut, Kemnaker bersama Komisi IX DPR RI juga menyepakati perluasan lokasi penyelenggaraan serta diversifikasi sektor industri. Kebijakan ini diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi generasi muda di berbagai daerah untuk mengikuti program magang.

Sebagai bagian dari peningkatan kualitas, MagangHub juga akan diintegrasikan dengan sistem sertifikasi kompetensi melalui BNSP. Dengan skema ini, peserta yang menyelesaikan program berpeluang memperoleh sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional.

“Integrasi dengan BNSP ini diperlukan agar peserta memperoleh sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional, sehingga memberikan nilai tambah yang nyata saat mereka memasuki dunia kerja,” katanya.

Sebelumnya, pemerintah telah meluncurkan Program Magang Nasional (MagangHub) Angkatan II Tahun 2026 pada 29 Juni 2026. Pada angkatan kedua ini, kuota peserta ditingkatkan dari 100 ribu menjadi 150 ribu orang sebagai upaya memperluas kesempatan lulusan perguruan tinggi memperoleh pengalaman kerja sekaligus mempercepat transisi menuju dunia kerja.

Penambahan kuota tersebut merupakan tindak lanjut dari evaluasi pelaksanaan angkatan pertama yang dinilai mampu mendukung penyerapan tenaga kerja.

Selain meningkatkan jumlah peserta, pemerintah juga memperketat proses seleksi mitra penyelenggara dan melakukan verifikasi kebutuhan posisi magang agar sesuai dengan kompetensi serta latar belakang pendidikan calon peserta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *