BeritaEkonomiNasional

Himbara Kuasai Aset Rp1.100 Triliun, Prabowo Minta Dampaknya Dirasakan Masyarakat

354
×

Himbara Kuasai Aset Rp1.100 Triliun, Prabowo Minta Dampaknya Dirasakan Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto saat memimpin pertemuan bersama jajaran Himbara di Istana Merdeka. Foto/Sekretariat Kabinet RI.

JAKARTA, KLIKTIMES.ID – Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian besar terhadap peran strategis Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Dengan nilai kapitalisasi pasar yang mencapai sekitar Rp1.100 triliun, bank-bank pelat merah diminta tidak hanya fokus mengejar keuntungan, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Presiden saat menerima jajaran komisaris dan direksi Himbara di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan kekuatan ekonomi Himbara saat ini sangat besar. Jika digabungkan, nilai pasar seluruh bank anggota Himbara mencapai sekitar Rp1.100 triliun atau setara hampir 10 persen dari total kapitalisasi pasar perusahaan yang tercatat di Indonesia.

Besarnya nilai tersebut, menurut Rosan, menunjukkan bahwa Himbara memiliki posisi penting dalam menopang stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Karena itu, Presiden Prabowo meminta agar bank-bank milik negara tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga memperluas manfaatnya kepada masyarakat dari berbagai kalangan.

“Perbankan tidak semata-mata mengejar laba, tetapi kehadirannya harus benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Rosan menyampaikan arahan Presiden.

Prabowo menilai akses terhadap layanan perbankan dan pembiayaan harus terbuka lebih luas, mulai dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sektor komersial, hingga korporasi. Dengan demikian, perbankan dapat menjadi instrumen yang mendorong pemerataan ekonomi dan memperkuat daya saing nasional.

Selain mendukung dunia usaha, Himbara juga diharapkan menjadi salah satu motor penggerak berbagai program prioritas pemerintah yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Meski demikian, Rosan menegaskan bahwa seluruh aktivitas bisnis perbankan harus tetap dijalankan dengan prinsip kehati-hatian dan profesionalisme. Menurutnya, kesehatan industri perbankan tetap menjadi fondasi utama agar mampu terus memberikan kontribusi bagi pembangunan.

Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas perkembangan ekonomi global, termasuk tren penurunan harga minyak dunia yang kini berada di bawah level 80 dolar AS per barel. Pemerintah berharap kondisi tersebut dapat memberikan sentimen positif bagi perekonomian nasional.

Lebih jauh, Presiden juga menekankan pentingnya membangun ekonomi Indonesia yang mandiri dan mampu berdiri di atas kekuatan sendiri. Untuk mewujudkan hal tersebut, dukungan sektor perbankan, khususnya Himbara, dinilai memiliki peran yang sangat vital.

Dengan jaringan luas, kekuatan modal yang besar, serta jangkauan layanan hingga ke berbagai daerah, Himbara diharapkan mampu menjadi lokomotif dalam memperluas akses pembiayaan, memperkuat sektor riil, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Pemerintah berharap keberadaan Himbara tidak hanya tercermin dari besarnya aset dan kapitalisasi pasar, tetapi juga dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *