SUMENEP, KLIKTIMES.ID – Di tengah sorotan publik terhadap proyek pembangunan Pelabuhan Rakyat (Pelra) Kalianget senilai Rp45,1 miliar, laporan harta kekayaan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kalianget, Azwar Anas, turut menjadi perhatian.
Berdasarkan dokumen Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periodik tahun pelaporan 2025 yang disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 28 Maret 2026, Azwar Anas tercatat memiliki total harta kekayaan bersih sebesar Rp876.831.439.
Nilai tersebut diperoleh setelah total aset yang dimiliki sebesar Rp1.584.504.338 dikurangi kewajiban berupa utang senilai Rp707.672.899.
Dari keseluruhan aset yang dilaporkan, kepemilikan tanah dan bangunan menjadi penyumbang terbesar. Nilainya mencapai Rp1.155.000.000 atau sekitar 73 persen dari total aset yang tercatat dalam laporan.
Properti tersebut berupa tanah dan bangunan seluas 60 meter persegi dan 80 meter persegi yang berada di Kota Surabaya. Dalam dokumen LHKPN, aset tersebut tercatat sebagai hasil sendiri.
Selain aset properti, Azwar juga melaporkan kepemilikan alat transportasi dan mesin senilai Rp230.500.000. Aset itu terdiri dari satu unit Honda CR-V tahun 2015 senilai Rp200 juta serta tiga unit sepeda motor Honda dengan total nilai sekitar Rp30,5 juta.
Pada kategori lainnya, Azwar mencatatkan harta bergerak senilai Rp78.312.900 dan kas serta setara kas sebesar Rp120.691.438.
Secara keseluruhan, total aset yang dimiliki mencapai Rp1,58 miliar. Namun, setelah dikurangi kewajiban utang yang mencapai lebih dari Rp707 juta, nilai kekayaan bersih yang tercatat dalam LHKPN berada di angka Rp876,83 juta.
Rincian Harta Kekayaan Azwar Anas
Tanah dan bangunan: Rp1.155.000.000
Alat transportasi dan mesin: Rp230.500.000
Harta bergerak lainnya: Rp78.312.900
Kas dan setara kas: Rp120.691.438
Total Aset: Rp1.584.504.338
Utang: Rp707.672.899
Total Harta Kekayaan Bersih: Rp876.831.439
Komposisi kekayaan tersebut menunjukkan bahwa aset tidak bergerak masih menjadi penopang utama kekayaan Azwar Anas. Sementara itu, nilai utang yang tercatat mencapai hampir 45 persen dari total aset yang dimiliki.
















