SUMENEP | KLIKTIMES.ID – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Sumenep menggelar pertemuan perdana bertajuk ta’aruf pengurus periode 2026–2028 di Aula PCNU Sumenep lantai I, Sabtu (2/5/2026).
Kegiatan ini menjadi titik awal konsolidasi kepengurusan baru, mulai dari penyatuan visi hingga penegasan arah gerak organisasi ke depan. Namun, lebih dari sekadar seremoni awal, forum ini juga dimanfaatkan untuk menegaskan strategi besar IPNU Sumenep di bawah kepemimpinan Rekan Yayak.
Dalam keterangannya, Yayak menekankan pentingnya perluasan jangkauan organisasi sebagai langkah konkret menghadapi dinamika zaman. Menurutnya, IPNU tidak lagi cukup hanya bertumpu pada basis pedesaan.
“Kita upayakan pada periode ini IPNU tidak hanya berkembang di desa, tetapi juga menjangkau wilayah perkotaan, dengan berbagai cara yang memungkinkan,” ujarnya.
Ia menilai, ekspansi ke wilayah perkotaan menjadi keniscayaan agar IPNU tetap relevan dengan perkembangan sosial pelajar yang semakin dinamis dan heterogen.
Lebih lanjut, Yayak juga memperkenalkan arah besar kepengurusan melalui tagline “IPNU Sumenep High Level”. Ia menyebut, istilah tersebut bukan sekadar slogan, melainkan representasi dari semangat transformasi organisasi.
“Tagline ini kita usung untuk mengawal IPNU Sumenep agar semakin masif dan berkembang,” tegasnya.
Menurut Yayak, “High Level” mencerminkan standar baru dalam pengelolaan organisasi, baik dari sisi kualitas kaderisasi, pola gerakan, hingga daya jangkau program.
Untuk menopang gagasan tersebut, pihaknya merumuskan empat pilar utama yang menjadi fondasi gerakan IPNU Sumenep ke depan. Pilar tersebut terangkum dalam konsep IPNU K.I.T.A.
“Empat pilar itu adalah Kolaboratif, Inklusif, Transformatif, dan Adaptif. Ini yang akan menjadi dasar kita dalam bergerak,” jelasnya.
Ia menambahkan, pendekatan kolaboratif diperlukan agar IPNU mampu membangun sinergi lintas sektor. Sementara sifat inklusif menjadi kunci agar organisasi terbuka bagi seluruh kalangan pelajar.
Adapun nilai transformatif, lanjut Yayak, diarahkan untuk mendorong perubahan nyata di tubuh organisasi. Sedangkan adaptif menjadi jawaban atas tantangan zaman yang terus berubah.
“Dengan konsep ini, kita ingin IPNU Sumenep tidak hanya besar secara kuantitas, tetapi juga kuat secara kualitas,” pungkasnya.












