BeritaDaerahPendidikan

Meta Culture Talk di Sumenep, Ruang Baru Anak Muda Merawat Kebudayaan

15
×

Meta Culture Talk di Sumenep, Ruang Baru Anak Muda Merawat Kebudayaan

Sebarkan artikel ini
Suasana diskusi Meta Culture Talk di Auditorium STITA Sumenep yang diikuti mahasiswa dan pegiat komunitas dalam membahas isu kebudayaan secara interaktif. Foto/Kliktimes.

SUMENEP | KLIKTIMES.ID – Upaya membuka ruang partisipasi generasi muda dalam isu kebudayaan terus didorong. Salah satunya melalui forum bertajuk Meta Culture Talk yang digelar di Auditorium STITA Sumenep, Rabu (4/3/2026).

Kegiatan ini melibatkan beragam kalangan, mulai dari mahasiswa, pelajar, aktivis, hingga pegiat organisasi. Forum tersebut dirancang sebagai ruang dialog terbuka agar pembahasan kebudayaan tidak lagi terbatas pada kelompok tertentu.

Ketua pelaksana kegiatan, M Rifqiyadi, menuturkan bahwa selama ini diskursus kebudayaan cenderung berputar di lingkaran seniman atau pegiat seni saja. Padahal, menurut dia, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga sekaligus mengembangkan kebudayaan di tengah perubahan zaman.

“Melalui forum ini kami ingin anak muda ikut terlibat, berdiskusi, dan memahami dinamika kebudayaan, tidak hanya menjadi penonton,” ujar Rifqiyadi saat membuka kegiatan.

Ia menjelaskan, Meta Culture Talk dikemas dengan pendekatan inklusif agar dapat diakses oleh berbagai latar belakang peserta. Dengan konsep tersebut, diharapkan muncul ruang budaya yang lebih terbuka dan partisipatif.

Dalam forum ini, peserta diajak mendiskusikan berbagai isu, mulai dari ruang budaya, keterlibatan pemuda, hingga tantangan pelestarian kebudayaan lokal di era digital. Diskusi berlangsung interaktif, memberi kesempatan bagi peserta untuk menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka.

Menurut Rifqiyadi, arus digitalisasi dan perubahan sosial menuntut adanya adaptasi dalam menjaga kebudayaan. Karena itu, keterlibatan generasi muda menjadi kunci agar nilai-nilai budaya tetap relevan dan berkelanjutan.

Panitia berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai forum diskusi semata, tetapi dapat menjadi titik awal kolaborasi lintas komunitas dan lembaga dalam memperkuat kesadaran budaya di kalangan anak muda, khususnya di Kabupaten Sumenep.

Dengan ruang yang lebih inklusif, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi pewaris budaya, tetapi juga aktor yang aktif merawat dan mengembangkannya di tengah dinamika zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *