banner 728x90
Berita

Sumur Bor di Karduluk Sumenep Keluarkan Gas Diduga Mudah Terbakar, Polisi Pasang Garis Pengaman

10
×

Sumur Bor di Karduluk Sumenep Keluarkan Gas Diduga Mudah Terbakar, Polisi Pasang Garis Pengaman

Sebarkan artikel ini
Kapolsek Prenduan IPTU Mohammad Sudiono, didampingi Danramil Pragaan Kapten Inf. Suwaefi, meninjau lokasi sumur bor dan memasang garis polisi untuk mengamankan area. Foto/Humas.

SUMENEP | KLIKTIMES.ID – Warga Dusun Somangkaan, Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep digegerkan dengan munculnya aroma gas menyerupai belerang dari sebuah sumur bor milik warga, Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Peristiwa itu terjadi di lahan tegal milik Z (40), seorang petani setempat. Saat pengeboran dilakukan oleh pekerja berinisial S menggunakan alat bor gantung dengan kedalaman sekitar 20 meter, tiba-tiba tercium bau menyengat menyerupai belerang dari lubang bor.

Merasa curiga, pekerja sempat melakukan uji coba dengan menyalakan korek api di atas lubang paralon. Api sempat muncul dari dalam lubang, menandakan adanya kandungan gas mudah terbakar. Menyadari potensi bahaya, pekerja segera menutup lubang menggunakan kain basah hingga api berhasil dipadamkan.

Kapolsek Prenduan IPTU Mohammad Sudiono bersama anggota, didampingi Danramil Pragaan Kapten Inf. Suwaefi, langsung mendatangi lokasi sekitar pukul 16.00 WIB. Petugas kemudian memasang garis polisi (police line) dan mengimbau masyarakat agar tidak mendekati area sumur bor demi keselamatan.

Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., menegaskan pihaknya telah mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi potensi bahaya.

“Kami telah mengamankan lokasi dan menghentikan sementara aktivitas pengeboran. Masyarakat kami imbau untuk tidak mendekat ke area tersebut guna menghindari risiko yang tidak diinginkan. Saat ini kami juga berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sumenep untuk penanganan lebih lanjut,” ujar AKBP Anang Hardiyanto.

Kapolres menekankan keselamatan warga menjadi prioritas utama, mengingat gas mudah terbakar berpotensi memicu kebakaran atau ledakan bila tidak ditangani secara tepat.

Hingga berita ini diterbitkan, situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif. Aparat gabungan masih melakukan pemantauan serta koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan penanganan berjalan optimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *