Berita

Listrik PLTS di Pulau Saur Sumenep Kian Tak Menentu, Warga Diliputi Resah di Malam Lebaran

901
×

Listrik PLTS di Pulau Saur Sumenep Kian Tak Menentu, Warga Diliputi Resah di Malam Lebaran

Sebarkan artikel ini
PLTS off grid di Pulau Saur, Sapeken, Sumenep, menjadi sumber listrik warga yang masih bergantung pada kapasitas baterai dan kondisi cuaca. Foto/Kliktimes

SUMENEP | KLIKTIMES.ID – Layanan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) off grid milik PT PLN di Pulau Saur, Desa Saur Saebus, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, kembali menuai keluhan. Bukannya membaik, kondisi listrik justru kian tak menentu, memantik kegelisahan warga di penghujung Ramadan.

Pada Jumat (20/3/2026), listrik dari PLTS tersebut hanya menyala sekitar empat jam, mulai pukul 16.20 WIB hingga 19.02 WIB. Durasi yang singkat ini terasa begitu kontras dengan meningkatnya kebutuhan energi masyarakat di ambang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Alih-alih disambut terang benderang, malam-malam terakhir Ramadan di Pulau Saur justru diselimuti ketidakpastian. Aktivitas warga terganggu, dari urusan dapur hingga roda usaha kecil yang menggantungkan harapan pada aliran listrik.

“Listrik ini memang dari dulu begini, mati hidup mati. Nggak diseriusin,” ujar Arif, warga Pulau Saur, Jumat (20/3/2026).

Kondisi ini, kata dia, semakin menyesakkan saat warga tengah bersiap menyambut Lebaran—momen yang semestinya penuh kehangatan, justru diwarnai kecemasan.

“Bayangkan, saat kami sedang masak persiapan Idul Fitri, tiba-tiba mati lampu. Andai ada pemberitahuan, kami bisa siap-siap sebelumnya,” tuturnya.

Kekecewaan warga kian mengendap, seiring belum tampaknya langkah konkret dari pihak pengelola. Harapan akan listrik yang stabil kini berubah menjadi tuntutan mendesak, agar kebutuhan dasar masyarakat tak terus terabaikan.

Di sisi lain, teknisi Yantex PLTS Pulau Saur, Pajrul Islami, menjelaskan bahwa operasional listrik sangat bergantung pada kapasitas baterai dan kondisi cuaca.

“Untuk mengoperasikan listrik, kami menyesuaikan dengan kapasitas baterai, tergantung cuaca. Jadi memang tidak bisa disamakan dengan PLTD,” jelasnya.

Ia menyebutkan, kapasitas listrik terpasang mencapai sekitar 490 kWh, dengan distribusi sekitar 450 kWh ke pelanggan. Tingkat konsumsi masyarakat juga disebut memengaruhi durasi nyala listrik.

Meski sistem dipastikan dalam kondisi aman, jawaban tersebut belum cukup meredakan kegelisahan warga. Terlebih, saat dikonfirmasi terkait solusi atas keluhan yang terus berulang, pihak pengelola belum memberikan respons lanjutan.

Kini, di malam Lebaran, warga Pulau Saur hanya bisa menaruh harap dalam gelap—menunggu listrik kembali menyala, agar takbir tak lagi bergema dalam remang, dan kebersamaan tak teredup oleh padamnya cahaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *