SLEMAN | KLIKTIMES.ID – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tirtomartani 2, Kalasan, Sleman, angkat bicara terkait tudingan pelanggaran dalam penyediaan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk balita yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial.
Penanggung jawab SPPG Tirtomartani 2, Farida Cahyani Darmastuti, menegaskan bahwa menu MBG yang disalurkan kepada penerima manfaat telah disusun sesuai dengan ketentuan program yang berlaku.
Farida mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah kalurahan setempat untuk meluruskan informasi yang beredar.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Pak Lurah Tirtomartani terkait berita yang beredar di media sosial. Kami juga selalu menerima kritik dan masukan agar program ini bisa berjalan lebih baik ke depannya,” kata Farida, Rabu (18/3/2026).
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada Lurah Tirtomartani, H. Indra Gunawan, yang sempat dikaitkan dalam isu tersebut.
Menurut Farida, pihak SPPG terbuka terhadap setiap keluhan masyarakat. Jika terdapat persoalan terkait menu MBG, masyarakat diminta menyampaikannya langsung melalui jalur komunikasi yang telah disediakan.
“Jika ada keluhan terkait menu MBG, dapat langsung disampaikan kepada SPPG melalui PIC MBG atau kader, bisa juga melalui media sosial SPPG. Kami sangat terbuka menerima masukan, kritik maupun saran dari masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Lurah Tirtomartani H. Indra Gunawan menegaskan pemerintah kalurahan siap mengawal pelaksanaan program MBG di wilayahnya. Ia juga memastikan hingga saat ini tidak ada laporan resmi dari warga terkait dugaan pelanggaran yang beredar.
“Kami selalu membuka ruang aspirasi warga. Namun terkait MBG, tidak ada laporan yang masuk. Isu yang beredar sudah jelas tidak benar dan telah diklarifikasi,” ujarnya.
Indra juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar di media sosial.
Menurutnya, masyarakat sebaiknya mengedepankan komunikasi langsung jika menemukan persoalan di lapangan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
“Jangan mudah percaya pada isu yang belum jelas kebenarannya. Mari bersama menjaga situasi tetap kondusif dan menghindari penyebaran informasi yang berpotensi menjadi fitnah,” pungkasnya.












