Foto KlikTimes
BeritaDaerah

AMG Desak Medco dan HCML Prioritaskan CSR untuk Betonisasi Jalan Giliraja

705
×

AMG Desak Medco dan HCML Prioritaskan CSR untuk Betonisasi Jalan Giliraja

Sebarkan artikel ini
AMG saat menggelar audiensi dengan pihak HCML membahas prioritas dana PPM/CSR untuk pembangunan jalan beton di Pulau Giliraja. Foto/Mi.

SUMENEP, KLIKTIMES.ID – Aliansi Mahasiswa Giliraja (AMG) mendesak perusahaan migas Medco Energy dan Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) memprioritaskan dana Program Pengembangan Masyarakat (PPM) atau Corporate Social Responsibility (CSR) untuk pembangunan jalan beton di Pulau Giliraja, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Desakan tersebut disampaikan dalam audiensi AMG dengan pihak HCML di Kantor KKKS Sumenep, Kamis (5/11/2026). Dalam pertemuan itu, mahasiswa menyampaikan sejumlah usulan dan tuntutan terkait pemanfaatan dana PPM/CSR agar lebih diarahkan pada pembangunan infrastruktur jalan yang dinilai menjadi kebutuhan mendesak masyarakat Pulau Giliraja.

Ketua Umum AMG, Iham Fikri Andri, mengatakan kondisi jalan di sejumlah desa di Pulau Giliraja masih memprihatinkan. Padahal, wilayah tersebut berada di kawasan Ring 1 aktivitas eksploitasi migas Blok Selat Madura.

Menurutnya, masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan industri migas semestinya turut merasakan manfaat nyata dari aktivitas ekonomi perusahaan, terutama melalui pembangunan infrastruktur yang menunjang kehidupan sehari-hari.

“Sangat ironis, triliunan rupiah hasil bumi disedot dari laut kami, tetapi masyarakat Ring 1 Giliraja justru disuguhkan jalan hancur bertahun-tahun. Kami menuntut ganti rugi ekologis dan pembagian dividen sosial yang adil,” tegas Iham.

Berdasarkan kajian AMG, kerusakan infrastruktur jalan terjadi di empat desa, yakni Banbaru, Banmaleng, Jate, dan Lombang. Kondisi tersebut dinilai berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, akses pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga mobilitas warga.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, AMG mengusulkan skema pembiayaan bersama atau matching fund dengan komposisi 50 persen dari perusahaan migas dan 50 persen dari APBD Kabupaten Sumenep.

Mahasiswa juga mengusulkan agar 60 hingga 70 persen alokasi dana PPM/CSR tahunan perusahaan migas di Sumenep diarahkan untuk pembangunan jalan beton di Pulau Giliraja.

Selain itu, AMG mendorong pemanfaatan 30 hingga 40 persen penerimaan bersih Participating Interest (PI) 10 persen Blok Selat Madura yang diterima pemerintah daerah untuk mendukung pembangunan infrastruktur tersebut.

Dari sisi teknis, AMG mengusulkan penggunaan konstruksi beton bertulang atau rigid pavement dengan mutu minimal K-300. Mereka juga meminta dibentuk tim pengawasan bersama yang melibatkan SKK Migas, perusahaan migas, Dinas PUPR Sumenep, mahasiswa, dan tokoh masyarakat.

Dalam audiensi tersebut, mahasiswa diterima Feri Ardiyansyah selaku Humas HCML bersama sejumlah karyawan perusahaan. Dari pertemuan itu, AMG memperoleh informasi bahwa alokasi dana PPM untuk Pulau Giliraja pada 2026 mencapai Rp400 juta.

Anggaran tersebut dibagi untuk empat desa, masing-masing memperoleh Rp100 juta. Sementara itu, alokasi dana PPM untuk 2027 disebut tetap sebesar Rp400 juta. Perwakilan HCML juga menyampaikan komitmen perusahaan untuk selalu berpihak kepada masyarakat.

Meski demikian, AMG menilai alokasi tersebut belum sebanding dengan kebutuhan pembangunan infrastruktur jalan di Pulau Giliraja yang memerlukan anggaran lebih besar serta dukungan pembiayaan berkelanjutan.

AMG menegaskan akan terus mengawal usulan tersebut agar pembangunan jalan di Pulau Giliraja tidak berhenti sebatas pembahasan dalam audiensi.

Mereka berharap SKK Migas, perusahaan migas, dan Pemerintah Kabupaten Sumenep dapat membangun sinergi untuk menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat yang tinggal di kawasan Ring 1 migas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *