Foto KlikTimes
BeritaDaerah

PLN ULP Sumenep Dikeluhkan, Warga Pertanyakan Pemadaman Diduga Tanpa Pemberitahuan

3566
×

PLN ULP Sumenep Dikeluhkan, Warga Pertanyakan Pemadaman Diduga Tanpa Pemberitahuan

Sebarkan artikel ini
Kantor PLN ULP Sumenep, Kantor PLN ULP Sumenep, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, tempat pelayanan kelistrikan bagi masyarakat. Foto/Net.

SUMENEP, KLIKTIMES.ID – Pemadaman listrik di sejumlah wilayah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menuai keluhan masyarakat.

Pasalnya, pemadaman yang terjadi sekitar pukul 04.00 WIB tersebut diduga berlangsung tanpa pemberitahuan terlebih dahulu sehingga mengganggu aktivitas warga.

Kondisi itu memunculkan pertanyaan mengenai transparansi informasi dan kualitas pelayanan PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sumenep, khususnya dalam memberikan kepastian kepada pelanggan ketika terjadi gangguan pasokan listrik.

Aktivis Sumenep, Sahid Badri, mendesak PLN ULP Sumenep segera melakukan evaluasi terhadap pelayanan kelistrikan. Dia menilai, keterbukaan informasi kepada pelanggan harus menjadi bagian penting dari tanggung jawab penyedia layanan publik.

Menurut Sahid, listrik merupakan kebutuhan mendasar yang menunjang berbagai aktivitas masyarakat. Karena itu, pelanggan berhak memperoleh informasi yang jelas, baik ketika terjadi gangguan teknis maupun pemadaman yang telah direncanakan.

“PLN harus memahami bahwa listrik merupakan kebutuhan mendasar masyarakat. Jangan sampai pemadaman dilakukan tanpa pemberitahuan yang jelas, sehingga masyarakat menjadi pihak yang terus dirugikan. Pelayanan publik semestinya mengedepankan transparansi dan tanggung jawab,” kata Sahid kepada Kliktimes, Rabu (4/11/2026).

Dia memahami bahwa pemadaman akibat gangguan teknis maupun kondisi darurat bisa saja terjadi. Namun, menurutnya, kondisi tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengabaikan komunikasi dengan pelanggan.

Sahid menilai, setidaknya ada tiga informasi penting yang perlu disampaikan kepada masyarakat ketika terjadi pemadaman, yakni penyebab gangguan, wilayah terdampak, serta perkiraan waktu pemulihan jaringan.

“Kalau memang ada gangguan teknis yang mengharuskan listrik dipadamkan secara mendadak, tentu masyarakat bisa memahami. Tetapi, jangan kemudian pelanggan dibiarkan bertanya-tanya tanpa informasi. PLN harus hadir memberikan penjelasan, bukan justru membiarkan masyarakat menanggung ketidakpastian,” ujarnya.

Dia juga menyayangkan apabila pemadaman berlangsung tanpa disertai informasi yang memadai. Terlebih, masyarakat membutuhkan kepastian pasokan listrik untuk menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.

Sahid meminta PLN ULP Sumenep tidak hanya berfokus pada pemulihan pasokan listrik, tetapi juga membenahi pola komunikasi dan pelayanan kepada pelanggan.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap penyedia layanan publik harus dijaga melalui keterbukaan informasi dan respons yang cepat.

“Jangan sampai masyarakat hanya diminta memahami ketika terjadi pemadaman, sementara hak untuk mendapatkan informasi justru diabaikan. PLN harus memberikan pelayanan yang jelas dan bertanggung jawab kepada pelanggan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sahid mengingatkan agar persoalan serupa tidak terus berulang. Dia bahkan menyatakan siap menyampaikan protes, termasuk melalui aksi demonstrasi, apabila tidak ada evaluasi dan perbaikan pelayanan.

“Jika kondisi ini terus terjadi tanpa kejelasan dan perbaikan pelayanan, kami tidak akan tinggal diam. Kami siap mengambil langkah tegas, termasuk menggelar aksi sebagai bentuk protes agar PLN benar-benar menjalankan tanggung jawabnya kepada masyarakat,” tandasnya.

Keluhan serupa disampaikan Andi, salah seorang warga Sumenep. Dia mengaku terganggu dengan pemadaman listrik yang dinilainya tidak seperti biasanya.

“Pemadaman kali ini cukup mengganggu karena tidak seperti biasanya. Kami sebagai pelanggan tentu bertanya-tanya, sebenarnya apa yang terjadi dengan pelayanan PLN? Kalau memang ada gangguan atau pekerjaan jaringan, seharusnya ada pemberitahuan agar masyarakat tidak dibuat bingung,” kata Andi.

Andi berharap PLN segera memberikan penjelasan sekaligus memastikan pasokan listrik kembali normal. Dia meminta masyarakat tidak terus berada dalam ketidakpastian setiap kali terjadi pemadaman.

“Harapan kami, PLN segera memberikan penjelasan dan memastikan pasokan listrik kembali normal. Jangan sampai masyarakat terus dirugikan akibat pemadaman tanpa kepastian. Kami hanya meminta pelayanan yang transparan dan tidak merugikan pelanggan,” ujarnya.

Sementara itu, Kliktimes telah berupaya meminta konfirmasi kepada Manager PLN ULP Sumenep, Ach. Suaidi, pada Rabu (4/11/2026) pukul 04.19 WIB melalui pesan WhatsApp.

Namun, hingga berita ini disusun, pesan konfirmasi tersebut masih menunjukkan tanda centang satu. Dengan demikian, belum dapat dipastikan apakah pesan tersebut telah diterima oleh yang bersangkutan.

Redaksi masih berupaya memperoleh keterangan resmi dari PLN ULP Sumenep mengenai penyebab pemadaman, mekanisme pemberitahuan kepada pelanggan, serta langkah penanganan yang dilakukan.

Ruang klarifikasi tetap terbuka bagi pihak PLN untuk memberikan penjelasan agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat lebih utuh dan berimbang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *